Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Saling Tikam, Suami Istri di Rokan Hulu Tewas Bersimbah Darah

Saling Tikam, Suami Istri di Rokan Hulu Tewas Bersimbah Darah
Kedua korban tergeletak di lantai rumah.
Senin, 08 Oktober 2018 14:38 WIB
PEKANBARU - Pasangan suami isteri di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau tewas usai saling tikam di rumah mereka. Aniadi Waruhu (40) dan istrinya Avedi Zebua (33) meninggalkan tiga anak mereka, dan satu orang cucu. Kedua pasutri itu ternyata selama ini sering berkelahi dan sedang pisah rumah.

Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Efendi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebutkan, keduanya ditemukan tewas pada Senin (8/10) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat anak-anak keduanya masih tertidur di rumah mereka, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

"Si suami sedang tidak tinggal di rumah mereka, karena pergi dari rumah. Sebelumnya mereka berkelahi seminggu yang lalu. Nah tiba-tiba, dia datang dan masuk ke rumah melalui jendela kamar saat tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB," ujar Riza.

Setelah masuk, Aniadi mengambil pisau dapur lalu ‎melihat istrinya yang terbangun. Aniadi langsung menghunuskan pisau ke perut istrinya hingga tergeletak. Lalu Aniadi hendak pergi meninggalkan isterinya.

"Si isteri bangkit sambil mencabut pisau dari perutnya, lalu menusuk suaminya‎. Kemudian keduanya sama-sama tergeletak di lantai, dan meninggal dunia," kata Riza.

Anak-anak mereka terbangun mendengar perkelahian kedua orangtuanya. Namun, saat itu anak-anak yang masih berusia belasan tahun tidak ada yang berani melerai perkelahian orangtuanya.

"Teriakan anak-anak didengar tetangga, tapi tetangga yang datang tidak berani masuk saat keributan itu," ucap Riza.

Salah seorang warga berinisiatif menghubungi polisi. Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Firman Ritonga datang menuju lokasi. Namun, keduanya sudah terkapar bersimbah darah dan tidak bernyawa.

Iptu Riza dan anak buahnya yang mendapat informasi tersebut langsung datang dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara. Anak-anak mereka yang masih kecil menan‎gis atas kejadian tersebut.

"Anaknya yang paling bersar berusia 17 tahun dan sudah menikah punya anak 1. Anak kedua berusia 15 tahun, dan anak ketiga 13 tahun," kata Riza.

Riza menyebutkan, pasangan suami istri ini sebelumnya sering cek cok dalam berumah tangga. Hingga akhirnya, mereka pisah rumah. Si suami pergi dari rumah dan tidak diketahui tidur dimana. Sementara sang istri tinggal di rumah mereka bersama anak-anaknya.

"Si suami ini ketergantungan obat Paramex. Setiap minum itu dia bisa sampai satu papan (bungkus), diduga itu salah satu penyebab yang membuat pikirannya terganggu," kata Riza.

Saat ini, jenazah keduanya sedang disemayamkan di rumah duka. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi mata, anak serta tetangga mereka. Kejadian ini membuat warga sekitar geger karena hal yang tak biasa terjadi di desa tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Riau, Badminton
wwwwww