Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

58 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Meranti Dilantik

58 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Meranti Dilantik
Selasa, 09 Oktober 2018 18:12 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, melantik 58 pejabat eselon III dan IV, Selasa (9/10/2018). Ia tak ingin ada pejabat tidak mau menjalankan tugas dan fungsi dengan alasan tidak ada dana (uang-red).

Pelantikan itu dilaksanakan di Aula Afifa Selatpanjang, Selasa siang. Hadir Kepala BKD Alizar, Ketua Komisi I Edy Masyhudi, kepala dinas dan badan, instansi vertikal, serta pejabat lainnya.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Said Hasyim minta agar bisa bekerja dan menjalankan tanggungjawab dengan maksimal. Ia tak menginginkan adanya pejabat yang tidak memberikan pelayanan ke masyarakat hanya alasan tak ada dana.

"Jangan sampai tak ada duit tak jalan, kita sudah bersumpah. Dana adalah bagian dari menjalani tugas dan tanggungjawab," kata Said Hasyim.

Diingatkannya lagi, dana tak hanya di kabupaten. Dana juga ada di provinsi dan pusat. Dana-dana tersebut sasarannya sama, yaitu untuk memberikan pelayanan ke masyarakat. "Kita jangan terpaku pada dana kabupaten," pesannya.

Kepada kepala OPD diingatkan juga tidak menghabiskan dana untuk honor, gaji, dan perjalanan dinas saja. Kalau itu terjadi, tak menutup kemungkinan akan ada pengkajian ulang struktur OPD untuk disesuaikan dengan dana yang ada. "Kalau perlu bubarkan atau gabungkan saja dinas itu," ujarnya lagi.

Kemudian, kepada pejabat eselon III dan IV sebagai teknis kerja di OPD diminta menyusun program sesuai visi misi kepala daerah. Apa yang menjadi arahan, laksanakan dengan maksimal. Jangan sampai kepala daerah berulang kali menginstruksikan tapi tidak ada aksi sama sekali.

"Kalau hanya nunggu duit baru bekerja, tak perlu pangkat tinggi, anak SD pun bisa. Ada duit bisa jalan," ujar Said Hasyim.

"Tapi bagaimana kita mengolah dari uang yang minim bisa berikan pelayanan dan bisa jemput dana lebih besar. Baik di provinsoli maupun dana-dana lain. Mari bekerja sesuai sumpah. Kalau tidak, terimalah sumpah itu. Pasti akan kita kita rasakan," tambahnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww