Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Ketua INAPGOC Apresiasi Tim Voli Putri Maju ke Semifinal

Ketua INAPGOC Apresiasi Tim Voli Putri Maju ke Semifinal
Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari bersama Tim Voli Duduk Putri Indonesia. (INAPGOC)
Rabu, 10 Oktober 2018 12:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Asian Para Games 2018 (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari memberikan apresiasi atas keberhasilan tim voli duduk Indonesia, khususnya di nomor putri yang sukses melaju ke semifinal Asian Para Games III/2018.

Kendati begitu, ia meminta kepada tim voli duduk Indonesia, putra maupun putri agar tampil lepas saat menjalani pertandingan.

"Tentu senang tim Indonesia bisa masuk semifinal. Ini pengalaman yang baru buat kita semua," kata Okto saat meninjau permainan voli duduk di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Terpenting menurut Okto, sapaan karibnya, baik voli duduk maupun cabor lain, menjadi sebuah pengalaman sekaligus pembelajaran bagi semua jelang perhelatan olahraga disabilitas berikutnya.

"Olahraga ini belum populer, karena masih banyak masyarakat Indonesia yang bingung voli duduk itu apa," kata Okto.

"Ini kesempatan yang bagus untuk mensosialisasikan, mempopulerkan olahraga ini. Jadi ada aturan-aturan yang harus diketahui, seperti kemarin kasusnya Miftahul (Jannah -red)," ujar dia.

Seperti diketahui, tim voli duduk Indonesia, melaju ke babak gugur meski mencatat hasil kurang memuaskan. Di nomor putra, tim asuhan pelatih Matsuri dipastikan hilang emas.

Namun potensi medali, yakni perunggu masih terbuka dengan catatan mampu memetik dua kemenangan di fase gugur. Sedangkan tim putri juga berpotensi meraih emas apabila menyapu kemenangan dalam dua laga di babak knock-out.

Termasuk melewati hadangan China di semifinal. Dimana pada pekan terakhir babak penyisihan, tim voli duduk putri Indonesia dibungkam Negeri Tirai Bambu, 3-0 di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018). ***

wwwwww