Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Isunya Bakal 'Dirumahkan', 11.000 Honorer di Pemprov Riau Resah

Isunya Bakal Dirumahkan, 11.000 Honorer di Pemprov Riau Resah
Ilustrasi. (Internet)
Rabu, 10 Oktober 2018 12:24 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Isu merumahkan pegawai disaat kondisi ekonomi sedang krisis membuat ribuan honorer di kalangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resah tak menentu. Sebab, mereka yang selama ini menggantungkan nasibnya sebagai honorer ini takut masuk dalam daftar PHK.

Ditambah lagi, dampak dari defisit anggaran tersebut membuat pencairan single salary para ASN tertunda sudah tiga bulan sejak Juli, Agustus, September hingga masuk ke bulan empat, Oktober ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan, bahwa jumlah tenaga honorer di Pemprov Riau berjumlah sekitar 8.000 orang. Bahkan, jika termasuk tenaga kontrak jumlahnya bisa mencapai 11.000 orang.

"Soal merumahkan tenaga honorer atau tidak, itu kewenangan pimpinan. BKD sampai saat ini belum ada arahan," kata Ikhwan di Pekanbaru,  Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, tenaga honorer dibayar per kegiatan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mempekerjakannya.

"Tenaga honorer itu kan ada di masing-masing OPD, mereka dibayar per kegiatan. Kalau OPD masih mampu membayar, berarti tidak akan merumahkan," tuturnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengatakan, bahwa pihaknya masih terus memperjuangkan nasib para tenaga honorer yang ada di kalangan Pemprov Riau saat ini supaya tidak dirumahkan.

"Selama saya masih menjabat hingga beberapa bulan ke depan nanti, saya pertahankan. Kita perjuangkan dong, mereka kan anak kemenakan kita juga," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww