Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Said Pastikan Ratna Sutradarai Skenario Drama Hoaks

Said Pastikan Ratna Sutradarai Skenario Drama Hoaks
Rabu, 10 Oktober 2018 00:10 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan kasus penyebaran kebohongan oleh Ratna Sarumpaet adalah murni Skenario sang peteater itu.

"Pandangan saya iya. Tidak ada skenario dari tim Prabowo-Sandi untuk melakukan segala apapun," katanya usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).

Ia menegaskan, pihaknya tidak mengetahui apa motif Ratna melakukan kebohongan itu. Yang pasti ia menegaskan, saat pertemuan 2 Oktober, Prabowo ingin kasus ini tidak membuat kegaduhan demokrasi.

"Tentang motif tujuan kita ga tau. Yang pasti pak Prabowo saya tekankan sekali lagi, waktu itu menegaskan agar tidak ada kekerasan dalam demorasi, bangun kesejukan, kedamaian dalam menghadapi demomrasi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal usai diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018). Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet. Kepada media, Said mengaku dibredel 23 pertanyaan.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditangkap polisi, Kamis (4/10/2018) malam di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Cile. Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya.

Dia disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww