Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Borneo FC Butuh Laga Tandang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Borneo FC Butuh Laga Tandang
4
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
Sepakbola
23 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
5
Rahmad Darmawan Tak Masalahkan Kondisi Fisik Jacob Pepper
Sepakbola
23 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Tak Masalahkan Kondisi Fisik Jacob Pepper
6
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPD RI Sampaikan Prolegnas Prioritas Tahun 2019 di DPR RI

DPD RI Sampaikan Prolegnas Prioritas Tahun 2019 di DPR RI
Selasa, 23 Oktober 2018 21:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Panitia Perancang Undang-undang (PPUU) DPD RI menyampaikan usulan untuk Prolegnas Prioritas Tahun 2019 kepada DPR RI dan Pemerintah. Ada beberapa catatan atau evaluasi terhadap Prolegnas Prioritas Tahun 2018.

Wakil Ketua PPUU DPD RI Nofi Candra mengatakan pihaknya mencatat berbagai permasalahan terkait dengan implementasi Prolegnas Prioritas Tahun 2018. "Terutama yang berimplikasi dengan permasalahan di daerah dan permasalahan pelaksanaan pembentukan undang-undang pada umumnya," ucapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, (23/10).

Dari segi kualitas, sambungnya, persoalan terhadap pelaksanaan UU masih dirasakan. Lantaran, terdapat UU yang baru saja disahkan sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi untuk dilakukan judicial review dalam hal ini yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. “Sedangkan dari sisi kuantitas realisasi pembentukan undang-undang berbanding terbalik dan minim dengan perencanaan legislasi yang diharapkan," tegas senator asal Sumatera Barat itu.

Nofi menambahkan dari 50 Rancangan Undang-undang (RUU) yang telah ditetapkan, ditambah dengan 5 RUU dari Daftar Kumulatif Terbuka sebagai Prolegnas Prioritas RUU Tahun 2018. Sampai dengan pertengahan Oktober 2018 ini, hanya 9 RUU yang sudah disahkan menjadi UU. "Dari sekitar 41 RUU yang belum selesai, 27 RUU masih dalam tahap pembicaraan tingkat I," papar dia.

Dirinya menjelaskan, dari 9 RUU yang sudah ditetapkan menjadi UU tersebut. Tidak ada satu pun RUU yang merupakan usul atau lingkup tugas DPD RI.

Oleh karena itu, DPD RI berpandangan bahwa pembangunan legislasi dirasakan masih belum mencerminkan keberpihakan kepada daerah.

"Capaian tersebut sangat ironis jika melihat sejumlah 3 RUU dari DPD yang termasuk Prolegnas luncuran RUU Tahun 2017," kata Nofi.

Menyikapi hal tersebut, maka DPD RI sebagai wakil daerah berpandangan bahwa sebagaimana ketentuan UU MD3 pasca putusan Mahkamah Konstitusi, DPD RI seharusnya dilibatkan. "Kami seharusnya dilibatkan dalam semua tahap pembahasan RUU yang sesuai dengan ruang lingkup kewenangan DPD RI," harap Nofi. ***


wwwwww