Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh, Sudah Musim Hujan, Alat Pendeteksi Banjir Milik PLTA Koto Panjang Malah Digondol Maling

Waduh, Sudah Musim Hujan, Alat Pendeteksi Banjir Milik PLTA Koto Panjang Malah Digondol Maling
Kontrol panel alat peringatan banjir saat ditemukan di sungai, Minggu (21/10/2018).
Rabu, 24 Oktober 2018 19:25 WIB
BANGKINANG - Maling baterai ternyata tidak hanya menggarap tower operator seluler, tapi kini sudah merambah ke alat-alat vital yang dibutuhkan untuk kepentingan umum, seperti alat deteksi banjir milik PLTA Kotapanjang.

Alat pendeteksi banjir yang berada di Sungai Mangilang Desa Sopang Kecamatan Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu diambil maling, Minggu (21/10/2018). Dalam aksinya, mereka hanya mengambil baterai lalu membuang panel kontrolnya ke sungai.

Manajer Pusat Listrik Unit Pembangkit Waduk Kotopanjang, Muhammad Rusdi mengatakan, maling mengambil baterai pada alat yang dinamakan Early Warning System itu, sedangkan komponen panel kontrolnya tidak ikut dicuri.

Menurut Rusdi, pengelola meminta bantuan kepada warga setempat untuk menjaga alat tersebut. Namun ia mengakui tidak mungkin menjaga alat tersebut 24 jam.

''Jam setengah 11 malam (Sabtu) masih ada. Paginya (Minggu) nggak ada lagi," kata Rusdi. Akibat pencurian ini PLN rugi Rp 250 juta karena perangkat tersebut tidak bisa digunakan lagi. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunpekanbaru.com
Kategori:Olympic, Riau, Badminton
wwwwww