Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Terkait Honor TKS RSUD Batubara

Aktivis Mahasiswa Minta Kadis Sosial Batubara Dicopot

Aktivis Mahasiswa Minta Kadis Sosial Batubara Dicopot
KETUA PEMARA, Azmi Akbar
Kamis, 25 Oktober 2018 00:01 WIB
Penulis: Rijam Kamal
MEDAN-Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Anti Penindasan Rakyat (PEMARA), Azmi Akbar meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batubara dicopot.

Permintaan tersebut dilontarkan Akbar menjawab GoSumut perihal sikap Dinsos Kabupaten Batubara yang seolah tidak peduli dengan nasib 25 Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batubara. “Saya selaku aktivis sangat menyayangkan atas sikap yang dikeluarkan oleh kadis sosial Batubara dengan tidak menunjukkan bentuk kepeduliannya terhadap nasib yang diderita oleh 25 TKS RSUD Batubara yang 10 bulan tidak menerima gaji,” ujar Akbar, Rabu, (24/10/2018).

Ditambah lagi, Akbar menerangkan, Kadis Sosial terkesan membiarkan mereka (TKS) dalam kesengsaraan. “Setidaknya beliau mencontohkan dengan bertindak sigap memberikan bantuan sementara menunggu hak mereka tersalurkan,” terangnya.

Oleh sebab itu, kata Akbar, jika sikap beliau (Kadis) seperti itu dibiarkan, Kabupaten Batubara akan hancur. “Saran saya, beliau (Kadis) Sosial harus dicopot. Diganti dengan yang lebih peduli terhadap nasib rakyat,” tandasnya.

25 Honorer Mengharapkan Belas Kasihan

Sebelumnya, praktisi Hukum Sumatera Utara dari kantor Pengacara Ahmad Yani SH & rekan meminta Kadis Sosial Kabupaten Batubara, Bahrumsyah untuk lebih peka dan peduli terhadap nasib masyarakat miskin di Batubara, terlebih 25 TKS yang belum menerima gaji selama 10 bulan. “Kita minta Kadis sosial memberi bantuan kepada mereka tenaga honorer di RSUD Batubara yang sudah 10 bulan tidak gajian,” kata Yani, Sabtu 20 Oktober 2018 pekan lalu.

Menurutnya, hari ini 25 honorer di RSUD mengharapkan belas kasian. “Honorer adalah masyarakat juga. Jadi bantu mereka dan jangan sampai ada yang mati kelaparan. Jangan heboh pencitraan. Ibarat peribahasa, semut di seberang lautan kelihatan tapi gajah di pelupuk mata tak kelihatan. Membantu masyarakat lokal patut didahulukan,” ujar Yani mengingatkan.

Sementara itu, Bahrumsyah kepada sejumlah wartawan di Lima Puluh mengaku prihatin akan nasib honorer di RSUD Batubara yang sudah 10 bulan tidak gajian.

Namun, terkait permintaan agar Dinsos membantu honorer yang tergolong miskin, menurut orang nomor satu di Dinsos Batubara ini, hal itu kurang mengena.

Sebab kata Bahrumsyah, honorer itu di bawah naungan Dinas Kesehatan.

Oleh sebab itu, problematika hari ini dialami honorer menjadi tanggungjawab instansi yang membidangi.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww