Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Tahun Depan, APBD Riau Hanya Tinggal Sekitar Rp8,1 Triliun

Tahun Depan, APBD Riau Hanya Tinggal Sekitar Rp8,1 Triliun
Kamis, 25 Oktober 2018 12:42 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2019 diperkirakan hanya tinggal sekitar Rp8,1 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD tahun ini yang mencapai Rp10,09 triliun lebih, artinya tahun depan akan terjadi penurunan sekitar 20 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, bahwa angka Rp8,1 triliun itu diperoleh dari potensi pemasukan dari pendapatan daerah.

"Sekarang itu belanja harus berbasis pendapatan. Kalau dari sisi pendapatan diangka itu. Dan itu sudah maksimal. Kita tidak berharap banyak dari sektor pendapatan lain. Angka tersebut atas perkiraan Silpa nol persen hingga 50 persen," kata Sekdaprov Riau ini di Pekanbaru, Kamis (25/10/2018).

Hijazi menjelaskan, Pemprov Riau tidak mau ambil risiko dengan meningkatan angka belanja jika tidak mengacu pada potensi pendapatan. Hijazi juga mengaku bahwa angka Rp8,1 triliun itu mengabaikan potensi pendapatan dari dana transfer pusat dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH). 

"Angka itu sudah kita kurangi dengan perkiraan kalau seandainya ada tunda salur DBH triwulan empat pada 2018. Harus seperti itu. Karena pengalaman kita di tahun 2018," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww