Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Gelombang Protes Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Berlanjut, Seribuan Umat Muslim di Dumai Turun ke Jalan

Gelombang Protes Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Berlanjut, Seribuan Umat Muslim di Dumai Turun ke Jalan
Minggu, 28 Oktober 2018 10:55 WIB
DUMAI - Gelombang protes terhadap aksi pembakaran bendera tauhid di Garut oleh anggota Banser beberapa waktu lalu, terus berlanjut. Kali ini terjadi di Kota Dumai, Riau.

Sekitar 1000 umat muslim di Kota Dumai, Minggu (28/10/2018) turun ke jalan sambil mengibarkan bendera tauhid. Mereka memprotes pembakaran karena sudah dianggap ''melecehkan'' panji-panji Islam.

Mereka melakukan pawai dari Masjid Habiburrahman, Jalan HR Soebrantas lalu berkendara sepeda motor dan mobil ke jalanan Kota Dumai sembari mengibarkan bendera bertulis kalimat tauhid.

Meski diguyur hujan, umat muslim tetap bersemangat mengikuti aksi ini sambil meyerukan kalimat tauhid.

Pawai ini bermulai dari Jalan HR Sobrantas menuju Jalan Jendral Sudirman hingga berhenti di depan Masjid Taqwa di jalan itu.

Kordinator Aksi, Azwar Djas mengatakan bahwa aksi melawan penista simbol agama ini bermula dari pembakaran bendera bertulis kalimat tauhid beberapa waktu lalu.

Aksi pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat ini memicu kemarahan umat muslim. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunpekanbaru.com
Kategori:Olympic, Riau, Badminton
wwwwww