Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Badminton

Dihadapan Ibu-ibu, Mahyudin Ingatkan Dampak dari Kemajuan Teknologi

Dihadapan Ibu-ibu, Mahyudin Ingatkan Dampak dari Kemajuan Teknologi
Senin, 29 Oktober 2018 11:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Di hadapan anggota Majelis Ta'lim Husnul Khotima, Wakil Ketua MPR Mahyudin, melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Ia mengatakan pada zaman dulu bila orang mau naik haji ia harus naik kapal laut. Perjalanan ke Mekkah memerlukan waktu 40 hari.

"Lama perjalanan pulang pergi dan saat melakukan ibadah membuat para jamaah saat diantar oleh keluarga diiringi dengan tangisan. Karena mereka akan berpisah dalam waktu yang lama," ujar Mahyudin, Senin (29/10/2018).

Adanya kemajuan teknologi dengan terciptanya pesawat terbang membuat jarak tempuh antara Indonesia dan Arab Saudi bisa ditempuh dengan singkat. Apalagi ditambah dengan sistem ibadah haji khusus yang menjadikan ibadah ini lebih singkat tak lebih dari dua minggu.

Ringkasnya perjalanan disebut oleh Mahyudin sebagai dampak positif dari kemajuan teknologi. Dicontohkan lagi, dengan adanya alat komunikasi, telepon, membuat jarak menjadi bukan halangan. Sekarang siapa saja bisa berkomunikasi dengan yang lain di mana pun tempatnya dengan cepat. "Dulu yang bisa berkomunikasi jarak jauh hanya wali saja," ungkapnya.

Meski ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak positif dan kemajuan namun dari penggunaan teknologi ini juga mempunyai dampak negatif. Diungkapkan dalam survei di sebuah daerah terbukti 40 persen angka perceraian diakibatkan dari media sosial.

"Media sosial memunculkan hubungan yang lain," paparnya.

Dampak buruk dari media sosial tak hanya itu, sekarang juga sering tersebar hoax alias berita bohong. Hoax dibuat oleh orang-orang yang tak suka dengan keberhasilan orang lain, haters.

"Haters adalah orang yang susah melihat orang senang, senang melihat orang susah," tuturnya.

Dampak buruk kemajuan teknologi dan globalisasi, menurut Mahyudin merupakan salah satu tantangan kebangsaan. Untuk menangkal yang demikian, MPR melakukan Sosialisasi Empat Pilar.

Empat Pilar menurut pria asal Kalimantan itu merupakan alat pemersatu. Indonesia dikatakan memiliki beragam suku, agama, bahasa, dan perbedaan lainnya.

"Sama dengan Bontang, di kota ini berbagai suku dan agama ada," ungkapnya.

Sebagai negara yang majemuk, Indonesia perlu bersyukur sebab kita memiliki Pancasila. Ia membandingkan dengan Arab Saudi yang suku dan bahasanya tidak banyak namun mereka selalu didera konflik. "Inilah berkah kedamaian di Indonesia yang patut disyukuri," tuturnya.

Mahyudin mengatakan, dulu ibu-ibu saat sekolah mendapat pelajaran PMP. Namun dalam era reformasi mata pelajaran itu dihapus dan selanjutnya diganti PPKN. "Dulu pelajaran PMP penting, meski matematika dapat nilai 8 kalau PMP dapat 5, ia tidak naik kelas," ungkapnya.

Selain PMP, pelajar dan element masyarakat lainnya juga dapat Penataran P4. Setelah era reformasi, untuk lebih menggiatkan dan menanamkan kembali Pancasila, MPR melakukan sosialisasi. "Ini merupakan amanat UU MD3", tegasnya.

Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, perlu disosialisasikan sebab menurut Mahyudin untuk menjawab tantangan seperti di atas. Sosialisasi Empat Pilar ditujukan kepada seluruh masyarakat.***

wwwwww