Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
15 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
2
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
15 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
3
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
15 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
4
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
15 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
5
Kemenaker Beri Insentif Peserta Pelatihan di BLK, Krisdayanti Singgung Mental Manja
DPR RI
23 jam yang lalu
Kemenaker Beri Insentif Peserta Pelatihan di BLK, Krisdayanti Singgung Mental Manja
6
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Proyek Pembangunan Rumdis Camat Di SBT Mangkrak

Proyek Pembangunan Rumdis Camat Di SBT Mangkrak
Selasa, 06 November 2018 16:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MALUKU - Proyek pambangunan rumah dinas (Rumdis) Camat Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku yang dikerjakan dari tahun 2017 hingga saat tak kunjung selesai alias mangkrak.

Anggota DPRD kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Khalik Rumalowak mengatakan bahwa pembangunan Rumdis itu dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) SBT tahun anggaran 2017 dengan nilai kontrak RP.500.000.00.

"CV Seram Angkasa Timur sebagai kontraktor yang menangani pembangunan, tapi sampai saat ini belum menuntaskan proyek tersebut," tutur Khalik dalam keterangan yang diterima, Senin, (5/11/2018).

Bahkan, Politisi PDI-P itu menilai proyek yang telah berjalan selama satu tahun itupun dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaan awal yakni tak sesuai dengan gambar yang dibuat pihak konsultan. "Banyak item tidak sesuai dengan RAB," tutur Khalik.

Adapun sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan yakni:

Pada pengerjaan plafon, harusnya menggunakan gipsum, namun yang digunakan malah tripleks. Rangka atap harusnya menggunakan baja ringan, tapi yang dipakai adalah kayu. Atap harusnya mengunakan atap genteng metal, namun yang digunakan adalah atap multiroof.

Sementara lantai harusnya mengunakan keramik ukuran 30 x 60 cm, tapi yang digunakan adalah keramik ukuran 30 x 30 cm. "Begitu juga pintu dan jendela belum terpasang sampai saat ini," kesal Anggota Komisi C itu.

Kendati demikian, lanjut Khalik, Realisasi pekerjaan sampai pengunghujung tahun 2018 baru 70 persen. "Jadi, saya minta agar pihak Kejaksaan memeriksa dan mengusut tuntas proyek mangkrak itu," demikian Khalik Rumalowak.***


wwwwww