Presiden Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Tanah Tora Secara Simbolis kepada Warga Siak

Presiden Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Tanah Tora Secara Simbolis kepada Warga Siak
Kamis, 08 November 2018 18:30 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Presiden Jokowi dijadwalkan akan ke Riau pada awal Desember 2018 mendatang. Dalam kunjungan kerjanya itu, orang nomor 1 di Indonesia ini akan menyerahkan sertifikat lahan tora kepada masyarakat Riau secara simbolis, termasuk Siak.

"Namun kita belum mendapatkan informasi apakah presiden turun langsung ke lapangan, atau sertifkat lahan itu di serahkan secara simbolis di Pekanbaru,"kata Hendrisan, Asisten perekonomian dan pembangunan sekretariat daerah kabupaten Siak pada Rakor Dewan Ketahanan pangan kabupaten Siak 2018 di kantor Bupati Siak, Kamis, (8/11/2018).

Dijelaskannya, lahan tora yang terbentang di tiga kecamatan Mempura, Sungai Apit dan Pusako keseluruhannya seluas 10 ribu hektar. Namun Siak baru 4 ribu hektar yang terinventaris. Sedangkan 6 ribu lagi terdapat permasalahan di lapangan namun tetap diupayakan selesai.

"Alhamdulillah, untuk mempercepat penanaman di lahan tersebut, melalui camat Pusako menyampaikan ada beberapa lembaga dan prusahaan RAPP, Bank Riau, Persi dan BRI siap membantu penyediaan bibit nenas, yang realisasinya tahun depan,"ungkapnya.

Sebutnya, pada pertemuan pimpinan OPD beberapa waktu lalu, Pak Bupati menitik beratkan semestinya lahan tora yang 4 ribu itu sebelum awal Desember besok harapannya di atas lahan sudah ada tanaman.

"Dari 4 ribu hektar lahan tora itu diharapkan 200 hektar rencananya akan kita tanam padi, yang bekerjasam dengan beberapa perusahaan. Harapan kita rencana ini untuk mengantisifasi kekurangan stok beras di kabupaten Siak,"terang mantan Kadispar itu.

Pada kesempatan itu Hendrisan berpesan kepada para camat yang hadir, menyampaikan kepada masyarakat tidak merubah fungsi lahan pertanian menjadi bangunan. Seperti yang terjadi di Bungaraya tercatat ada 35 hektar lahan pertanian beralih fungsi, masyarakat ada yang mendirikan ruko, dan rumah.

Salah satu rekomendasi hasil dari rapat koordinasi dewan ketahanan pangan kabupaten Siak beberapa tahun lalu adalah "Beras Istana" yang beberapa waktu lalu sempat terkenal namun dalam perjalanannya Beras asli dari Siak itu tidak muncul lagi.

"Rakor ketahanan pangan ini bertujuan untuk menjaga ketersedianya pangan di Siak, menjaga infelasi di daerah, dan menjaga ketahanan pangan di daerah. Kita ingin beras istana itu di galakkan lagi bila perlu di buat perbub nya," kata Kadis Ketahanan Pangan Riau H Darmansyah.

Ungkapnya, jika orang luar datang ke Riau kita suguhkan dengan nasi beras istana, beras yang berasal dari petani lokal kabupaten Siak Bungaraya dan Mandau. Sehingga nama Siak juga terkenal melaui beras lokalnya. ***

wwwwww