Kejuaraan Gulat Asia Tenggara 2018

Lagi, Indonesia Tambah Dua Medali Emas

Lagi, Indonesia Tambah Dua Medali Emas
Tim Gulat Indonesia
Jum'at, 09 November 2018 02:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA--Luar biasa memang penampilan para pegulat Indonesia yang diterjunkan di Kejuaraan Gulat Asia Tenggara di Manila, Filipina. Semua pegulat yang dikirim mampu memenuhi harapan mendulang medali. Total sudah 9 medali emas, 2 perak dan dua medali perunggu yang diraih pegulat Indonesia.

Dengan total 13 medali itu berarti seluruh pegulat yang dikompetisikan di Manila mampu menyumbang medali, dari masing-masing kelas yang diikutinya. Sebagaimana diketahui, ada 13 pegulat yang dikompetisikan, terdiri dari 9 putra dan 4 putri. Dari 13 pegulat itu, 10 berasal dari Pengprov PGSI Jatim, 3 dari Pengprov PGSI Kalsel.

"Sekali lagi ini membuktikan bahwa pegulat kita memang masih diperhitungkan di Asia Tenggara," komentar Gusti Randa, Kabid Binpres PP PGSI dari Manila, Filipuina, Kamis (8/11/2018).

Gusti Randa ikut memantau event Southeast Asian Wrestling and Grapping Championship 2018 yang digelar 6-10 November itu. Manajer Timnas Gulat Asian Games Indonesia ini tidak sekadar ingin melihat penampilan beberapa pegulat Asian Gamesnya yang diikutkan di sini. Lebih jauh lagi Gusti Randa ingin mengetahui sejauh mana perkembangan para pegulat dari negara-negara pesaing Indonesia di SEA Games nanti.

"Saya kira yang diterjunkan di event ini bukan pegulat asal-asalan. Semua dari tm nasionalnya masing-masing, jadi persaingannya juga berat," ujar Gusti Randa.

Setelah memperoleh 7-1-1 set medali di hari pertama, Kamis (7/11/2018), Tim gulat Indonesia meraih 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dua medali emas diraih Supriono dan Muhammad Adam Risqa, masing-masing dari Gaya Grego kelas 77kg dan 97 kg. Satu perak disumbang Dimas Septo Anugraha di kelas 125kg Gaya Bebas, sementara perunggu oleh Abdul Rochim di kelas 61 kg Gaya Bebas.

Menurut keterangan, Indonesia masih berpeluang menambah medali lagi dari keikutsertaannnya di kompetisi gulat pantai. Namun, nomor ini hanya diikuti oleh tiga pegulat asal Kalsel saja.
Sebanyak 7-1-1 set medali yang diraih di hari pertama dipersembahkan oleh Mutiara Ayuningtyas di gaya bebas kelas 59 kg putri, Nastrusnicu Roxana Andrea di gaya bebas kelas 72 kg putri, Puji Prastyo di gaya bebas kelas 57 kg putra, Arif Suro Dinoyo di gaya grego kelas 72 kg, Lulut Gilang di gaya grego kelas 82 kg, Agus Faajar di gaya grego kelas 87 kg, dan Fahriansyah di gaya bebas kelas 86 kg putra.

Mutiara Ayuningtyas, Lulut Gilang dan Fahriansyah adalah tiga di antara 18 pegulat Timnas Asian Games 2018 Indonesia. Sejak awal mereka memang diharapkan membawa pulang medali emas, dari lima yang ditargetkan.

Kejutan dilakukan Nastrusnicu Roxana Andreea, mantan pegulat timnas Rumania yang sudah menjadi WNI dan tinggal di Banjarmasin, Kalsel. Walau baru berlatih lagi setelah terakhir tampil di PON 2016 dan merebut medali emas kelas 76 kg, Roxana Andreea masih menunjukkan kehandalannya untuk turut menyumbang medali emas bagi kontingen gulat Indonesia di kejuaraan senior yang diikuti juga oleh pegulat Australia.

Satu medali perak disumbangkan Aifiya Kurniawati di gaya bebas kelas 65 kg putri, sementara satu perunggu direbut Shintia Eka Arfenda dari gaya bebas kelas 55 kg putri.

Tim gulat Indonesia dipimpin oleh Fahur Rahman, satu dari empat pelatih Timnas Gulat Asian Games Indonesia. ***

wwwwww