Pertamina Resmikan BBM Satu Harga di Pelalawan

Pertamina Resmikan BBM Satu Harga di Pelalawan
Jum'at, 09 November 2018 09:44 WIB
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I meresmikan program BBM Satu Harga di Kabupaten Pelalawan, Riau. Sejak 2017, total sudah 18 SPBU BBM Satu Harga yang berhasil dioperasikan sementara oleh Pertamina MOR I.

Wilayah Pelalawan mendapatkan suplai BBM dari Terminal BBM Sei Siak, Pekanbaru yang berjarak empat jam waktu tempuh melalui jalur darat. Karena Pelalawan dikelilingi sungai dan perairan, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM dengan harga yang sama di kota. Untuk itu, Pertamina MOR I segera merealisasikan program BBM Satu Harga di kabupaten tersebut, sehingga kebutuhan masyarakat akan bahan bakar dengan harga terjangkau dapat terpenuhi.

General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki mengungkapkan, BBM Satu Harga diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di lokasi Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) untuk menikmati bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau dan sama dengan daerah lain di luar Jawa.

Kebijakan ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

"Kami berharap melalui program BBM Satu Harga, dapat membantu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah 3T,” jelas Agustinus, Jumat (9/11/2018).

"Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait lain di daerah untuk kelancaran pelaksanaan program BBM Satu Harga, sehingga keadilan energi dapat tercipta hingga ke pelosok negeri dengan lebih cepat," pungkasnya.

Pertamina mengemban tugas dari pemerintah untuk melaksanakan program BBM Satu Harga di wilayah 3T, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebelum ada program BBM Satu Harga, diketahui harga BBM di wilayah dalam kategori 3T tersebut mencapai Rp15.000 hingga Rp25.000. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:wartaekonomi.co.id
Kategori:GoNews Group, Riau, Ekonomi
wwwwww