Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

APBD-P Kuansing 2018 Tak Kunjung Selesai Karena Tersandera Kepentingan Oknum Pejabat

APBD-P Kuansing 2018 Tak Kunjung Selesai Karena Tersandera Kepentingan Oknum Pejabat
Musliadi
Senin, 12 November 2018 19:06 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Memasuki minggu kedua November, ternyata APBD-P Kuantan Singingi (Kuansing), Riau belum juga bisa digunakan. Kondisi ini sangat disayangkan oleh masyarakat, karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Musliadi, Anggota DPRD Kuansing, melihat tidak kompaknya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyelesaikan APBD-P 2018. Akibatnya, APBD-P belum bisa digunakan.

"Saya melihat, APBD-P ini tersandera kepentingan pribadi oknum pejabat di Bappeda dan BPKAD. Harusnya tak boleh begitu, karena APBD ini menyangkut kepentingan orang banyak," ujar politisi PKB yang akrab disapa Cak Mus ini, Senin (12/11/2018) di Telukkuantan.

Jika TAPD satu persepsi, lanjut Cak Mus, maka APBD-P sudah bisa digunakan. Sementara, saat ini prosesnya belum tuntas. Padahal, proses verifikasi sudah satu bulan yang lalu.

"Tahun berjalan tinggal satu bulan lagi. Bagaimana kegiatan bisa berjalan. Saya sangat menyesalkan barang ini terlambat. Saya sarankan agar tinggalkanlah ego sektoral atau pribadi, karena yang jadi korban adalah orang banyak," ujar Cak Mus.

Untuk itu, Cak Mus mengharapkan ketegasan Sekda Dianto Mampanini dalam menyelesaikan APBD-P 2018. Sehingga, TAPD berjalan pada fungsinya masing-masing.

"Jangan sampai oknum pejabat eselon III melampaui kewenangan pejabat eselon II. Ini tidak, ada pula oknum pejabat yang mengkebiri hasil pembahasan. Kalau memang tukang rekap, ya rekap saja. Tak usah coret-mencoret," papar Cak Mus.

"Kalau berlarut-larut menyelesaikan APBD-P ini, mau diapakan negeri ini? Jangan korbankan masyarakat oleh ego kelompok," tambah Cak Mus mengakhiri. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww