Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Pos Jaga Meranti Ambruk Saat Dibangun, Rencananya akan Dipindahkan ke Darat

Pos Jaga Meranti Ambruk Saat Dibangun, Rencananya akan Dipindahkan ke Darat
Pos Jaga yang ambruk saat pengerjaan
Senin, 12 November 2018 18:55 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Pos jaga yang dibangun di Pelabuhan Perikanan Kepulauan Meranti ambruk saat pengerjaan. Bangunan berukuran 3 x 3 meter itu rencananya akan dipindahkan ke darat.

Pantauan di lapangan, pos jaga itu dibangun sekitar 4 meter dari tebing (arah le laut). Belum siap pekerjaan tersebut, pos jaga telah ambruk.

Menurut Kadis Perikanan, Ir Anwar Zainal, kestabilan tanah tidak menjamin untuk dibangun pos jaga di situ. Setelah ambruk, ia meminta pihak rekanan memindahkan pos jaga yang semula dibangun di laut, ke darat.

"Telah kita bicarakan dengan rekanan. Rencananya akan dipindah ke darat. Kontraktornya sudah bekerja dengan bagus dan bangunannya juga bagus," kata Anwar Zainal.

Diakuinya lagi, ambruknya pos jaga tak terlepas dari perencanaan. Anggaran yang digunakan membangun pos jaga lebih kurang Rp40 juta. Sehingga, untuk mengukur kekuatan bangunan hanya menggunakan perasaan.

"Pondasinya dibangun sekitar 2,5 meter pakai tapak. Mengukur kekuatan pakai perasaan, ternyata tanah (pantai-red) tak mampu mendukung beban seberat ini. Tanah ini juga labil, tak bisa dipedomani," ujarnya lagi.

Pembangunan pos jaga ini sepaket dengan rehab jembatan perikanan. Dikerjakan oleh CV Riau Utama dengan biaya Rp290.894.345.

Pos jaga akan memantau seluruh ikan yang masuk ke Meranti. Sebab, kedepannya bongkar muat ikan harus dari Pelabuhan Perikanan.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandy SHum, menegaskan, apapun yang dibangun di Kota Sagu harus kokoh. Terutama pada pondasi. Sebab, menurut Politisi PAN itu, megah saja tidak cukup kalau pondasi tak kuat. Bangunan akan mudah rusak dalam jangka pakai yang tak lama."Pondasinya paling utama, jangan hanya megah saja, apalagi di tepi pantai, di sana kan tanahnya lembek," kata Darwin, Senin (12/8/2018).

Lalu, kepada pihak rekanan atau kontraktor, baik besar maupun kecil, diminta harus menguasai teknis. Jangan pernah membangun di luar kajian, sebab bisa berdampak buruk. ***

wwwwww