Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

DPRD Kota Pekanbaru Sayangkan Tembok SD 141 Miring Tak Segera Dirobohkan

DPRD Kota Pekanbaru Sayangkan Tembok SD 141 Miring Tak Segera Dirobohkan
Tembok SD 141 Pekanbaru yang roboh dan menewaskan 2 pelajar
Rabu, 14 November 2018 15:41 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Peristiwa ambruknya pagar tembok di SDN 141, Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, hingga menimbulkan korban meninggal dunia disesalkan oleh semua pihak, seperti DPRD Kota Pekanbaru.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz menyayangkan tembok tersebut tidak dirubuhkan saja meski sudah diketahui miring. Namun diketahui, pembangunan tembok tersebut ternyata menggunakan anggaran swadaya dari orang tua murid dan pihak sekolah.

"Kita menyayangkan kondisi ini, kenapa tidak dirobohkan saja kalau sudah tahu miring, kan bahaya. Tetapi kata pihak komite sekolah, mereka sedang meminta persetujuan dan tanda tangan dari wali murid untuk merobohkannya," ujarnya usai mengunjungi lokasi, Rabu, (14/11/2018).

"Karena pembangunan tembok itu adalah swadaya orang tua murid dan komite sekolah, jadi harus minta persetujuan wali murid dulu. Pagar itu tidak dibangun menggunakan dana APBD Pemko Pekanbaru," terangnya lagi.

Sementara itu, Zulfan Hafis berharap peristiwa duka ini tidak kemabali terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama semua sekolah lainnya. Ia menghimbau pihak sekolah lebih pro aktif mendata infrastruktur sekolah yang sudah tidak layak pakai, demi menghindari peristiwa serupa.

"Kedepan sekolah - sekolah harus giat melaporkan kondisi sekolahnya, misalnya fasilitas yang kurang memadai atau tidak layak lagi, dilaporkan kedinas agar mereka tahu," imbuhnya.

Kemudian, Zulfan Hafis menyatakan pihaknya selaku dewan menyerahkan segala persoalan hukum kepada aparat kepolisian. Namun, dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk melakukan koordinasi. ***

wwwwww