Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Defisit Anggaran, Beasiswa Pendidikan Bagi Pelajar Kurang Mampu di Riau Tetap Disalurkan

Meski Defisit Anggaran, Beasiswa Pendidikan Bagi Pelajar Kurang Mampu di Riau Tetap Disalurkan
Rabu, 14 November 2018 21:21 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzuhra
PEKANBARU - Meski dalam kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami masalah defisit, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, bahwa penyaluran beasiswa bagi pelajar/mahasiswa kurang mampu yang berprestasi tidak akan terganggu.

"Setiap tahun ada alokasi untuk beasiswa, kita fokus pada siswa kurang mampu yang berprestasi," ujarnya di Pekanbaru, Rabu (14/11/2018).

Politisi yang akrab disapa Dedet ini juga menambahkan, bahwa beasiswa untuk mahasiswa S2, akan dikurangi tergantung kapasitas dan latar belakang penerimanya. Sehingga tidak ada lagi bantuan pendidikan yang tidak tepat sasaran.

"Untuk S2 akan dikurangi, tapi tetap ada. Tidak mungkin kita beri beasiswa ke pegawai dan pejabat yang lanjut S2," tambahnya lagi. 

Untuk meminimalisir penyelewengan beasiswa, lanjut Dedet, penerimaan bantuan pendidikan ini akan dibuat transparan via online. Sehingga siapa saja bisa melihat latar belakang dan kualifikasi penerimanya. 

"Penerima beasiswa akan bisa dilihat, seperti apa keluarganya, nilainya berapa, kemampuannya bagaimana. Semua bisa tahu," pungkasnya. ***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww