Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir di Pelalawan Meluas, Akses Jalan Desa Rantau Baru Putus

Banjir di Pelalawan Meluas, Akses Jalan Desa Rantau Baru Putus
Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio meninjau kondisi akses jalan menuju Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Kamis, 15 November 2018 09:36 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan telah meluas. Setidaknya sudah ada empat wilayah kecamatan di Pelalawan yang sudah terkena banjir.

"Sekarang di Kelurahan Langgam, khususnya Dusun Muara Sako," ungkap Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Rabu (14/11/2018) sore.

Kemudian, lanjut dia, untuk wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci banjir terjadi di Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan. ''Sedangkan di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota banjir terjadi di Kualo," sebutnya.

Sambung Hadi Penandio, banjir juga terdai di wilayah Kecamatan Teluk Meranti tepatnya di Desa Kuala Panduk. "Tapi kalau banjir di Desa Pangkalan Terap itu terjadi karena pengaruh air pasang (banjir rob)," jelasnya.

Sedangkan di Kecamatan Bunut, banjir melanda di Kelurahan Pangkalan Bunut. Sementara untuk  akses yang terendam, itu terjadi pada akses jalan di Desa Rantau Baru.

"Namun banjir di Rantau Baru ini belum ada rumah yang terendam. Untuk Ketinggiatan air masih bervairiasi antara 20 sampai 50 cm," paparnya.

Dikatakannya, saat ini untuk menuju dan keluar dari Desa Rantau baru hanya bisa ditempuh melalui jalur air dengan menggunakan pompong. "Warga pakai pompong. Rata-rata diperkampungan ini sudah digenangi air," tandasnya kepada GoRiau. ***

wwwwww