Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
20 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
DPR RI
20 jam yang lalu
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
3
Anggaran Kesehatan 2021 Sekitar Rp169, 7 T, Termasuk untuk Pengadaan Vaksin
Kesehatan
24 jam yang lalu
Anggaran Kesehatan 2021 Sekitar Rp169, 7 T, Termasuk untuk Pengadaan Vaksin
4
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
7 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
5
Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,5 sampai 5,5 Persen, Fadel: Ini Pecutan bagi Menterinya
Ekonomi
23 jam yang lalu
Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,5 sampai 5,5 Persen, Fadel: Ini Pecutan bagi Menterinya
6
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Pendidikan
22 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bahas Program Latihan Menuju PON 2020, KONI akan Panggil 6 Asisten Pelatih Dayung Riau

Bahas Program Latihan Menuju PON 2020, KONI akan Panggil 6 Asisten Pelatih Dayung Riau
Jum'at, 16 November 2018 19:24 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau akan segera memanggil para asisten pelatih dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau.

Pemanggilan terhadap enam asisten pelatih dayung Riau ini bertujuan untuk membahas berbagai program latihan para atlet dayung Riau kedepan, khususnya program latihan untuk persiapan menghadapi Porwil 2019 dan PON 2020.

Hal itu dikatakan Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis saat berbincang dengan GoRiau.com, Jumat (16/11/2018) petang di Kantor KONI Riau, Jalan Gajahmada, Pekanbaru. "Segera akan kita panggil enam asisten pelatih dayung ini," ucapnya.

Pemanggilan terhadap enam asisten pelatih dayung Riau ini merupakan upaya dari KONI Riau sebagai induk olahraga Riau agar prestasi para dayung sebagai cabang olahraga (cabor) andalan tidak menurun disaat kualitas atlet terus meningkat.

Sejak Kamis (15/11/2018) kemarin, cabor andalan Riau ini mendadak jadi perbincangan hangat, baik bagi masyarakat umum maupun insan olahraga di Bumi Lancang Kuning.

Ini terkait dengan kabar pelatih kepala dayung Riau berinisial MY yang ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru karena diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap dua anak di bawah umur berusia 12 tahun dan 15 tahun.

Kabar ini pun sangat disayangkan dan membuat prihatin berbagai pihak, termasuk KONI Riau. Sebab, prestasi para atlet dayung Riau selama ini tidak terlepas dari peran pria berusia 48 tahun itu.

Untuk menyikapi kasus ini agar tidak berdampak pada program pembinaan atlet dayung Riau, KONI Riau pun akan melakukan koordinasi dengan Pengprov PODSI Riau.

"Kita akan terus lakukan koordinasi dan berharap kasus ini tidak sampai mengganggu program latihan atlet. Karena, cabor dayung masih menjadi andalan Riau di PON 2020 mendatang," tutup Emrizal. ***


wwwwww