Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah 4 Tahun, Harga Karet di Inhu Tak Kunjung Membaik, Anak Petani Terancam Putus Sekolah

Sudah 4 Tahun, Harga Karet di Inhu Tak Kunjung Membaik, Anak Petani Terancam Putus Sekolah
Ilustrasi (int)
Sabtu, 17 November 2018 21:27 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Sudah lebih dari tiga tahun, harga getah karet di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau tak kunjung membaik, melainkan terus mengalami penurunan hingga mencapai angka Rp5000 per kilogram.

Hal itu membuat para petani terjepit. Ditambah curah hujan yang tinggi, membuat para petani tidak bisa beraktifitas menyadap karet mereka.

"Akibat dari semua ini, kami para petani sudah merasa teraniaya, bahkan kami harus bertahan hidup dengan meminjam uang para tengkulak", kata Deli (42), kepada GoRiau.com, Sabtu (17/11/2018).

Deli mengaku, jika harga karet terus merosot, tentu akan menimbulkan dampak besar bagi kelangsungan kehidupan petani. Begitu juga dengan kelangsungan pendidikan para anak petani karet.

"Apabila harga getah karet jauh dibawah harga sembako, tentu menjadi sebuah ancaman bagi kami para petani karet dan ancaman juga bagi kelangsungan pendidikan anak-anak kami", keluh bapak 4 anak itu.

Atas hal itu, Deli berharap pada pemerintah daerah, untuk membantu mencarikan solusi bagi para petani karet, khususnya di Kabupaten Inhu, tuturnya.

Pantauan GoRiau.com, selain getah karet, harga TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit di Inhu juga ikut merosot hingga ke angka Rp850 rupiah.

Dari pengakuan petani sawit, anjloknya harga TBS tersebut juga sudah berlangsung hampir satu bulan. Para petani sawit itu juga berharap, adanya peran aktif pemerintah dalam mengatasi persoalan para petani, baik petani karet maupun sawit. ***

wwwwww