Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Kekurangan Anggaran, RSD Madani Belum Bisa Terakreditasi

Kekurangan Anggaran, RSD Madani Belum Bisa Terakreditasi
Senin, 19 November 2018 23:02 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Riau terancam belum bisa terakreditasi di tahun 2019, akibat kurangnya anggaran untuk kebutuhan peralatan kesehatan.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Senin, (19/11/2018).

Menurut Indra, anggaran yang dibutuhkan maksimal Rp140 miliar untuk penyediaan alat kesehatan tersebut. Namun, karena RSD Madani merupakan tipe C, tidak diperlukan anggaran sebanyak itu, meskipun anggaran yang ada tidak cukup.

"Tahun 2019 nanti kita membutuhkan anggaran untuk alat kesehatan Rp140 miliar. Tetapi itu maksimal, karena kita ini rumah sakit tipe C," ujarnya.

Sementara itu, anggaran yang tersedia hanya Rp23 miliar, yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), ditambah dana APBD Murni sekitar Rp6 miliar, sehingga total sekitar Rp27,5 miliar. Padahal, banyak peralatan yang perlu disediakan untuk mencapai akreditasi tersebut.

Diantaranya instalasi rawat inap, radiologi, dan sebagainya yang cukup mendesak. Sedangkan untuk tenaga medis, pihaknya masih memanfaatkan tenaga dari hasil CPNS.

"Tapi kita masih mencoba peluang - peluang lain, kalau masih kurang untuk akreditasi, kita coba anggarkan di APBD Perubahan," terangnya.

Lebih jauh, Indra Pomi juga mengungkapkan bahwa kurangnya anggaran untuk alat kesehatan ini tidak hanya berdampak pada akreditasi, melainkan juga kerjasama BPJS kesehatan.

Sehingga, tanpa kelengkapan alat kesehatan, akan berimbas kepada pasien peserta BPJS Kesehatan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sebelumnya, Zaini Rizaldi mengakui bahwa pihaknya belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, karena belum lengkapnya fasilitas pelayanan di rumah sakit tersebut.

"Kita belum bisa, karena fasilitasnya belum lengkap, seperti rawat inap, pemeriksaan penunjangnya, dan sebagainya, belum semuanya ada," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww