Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
7 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua LKAAM Sumbar: Sanksi Adat Harus Diterapkan kepada Para Pelaku LGBT

Ketua LKAAM Sumbar: Sanksi Adat Harus Diterapkan kepada Para Pelaku LGBT
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Sayuti Datuak Rajo Pangulu.
Senin, 19 November 2018 21:06 WIB

PADANG - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Sayuti Datuak Rajo Pangulu mengatakan, untuk memberantas perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Ranah Minang harus diberlakukan sanksi adat.

Menurutnya, sanksi pidana sampai saat ini belum bisa diberlakukan kepada pelaku LGBT, sebab harus ada persetujuan perluasan pasal zina di KUHP terlebih dahulu.

"Wajar saja Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2001 yang akan direvisi dengan memasukkan sanksi bagi pelaku LGBT belum selesai," ujar Sayuti Datuak Rajo Pangulu, Senin (19/11/2018) seperti dikutip dari Covesia.com.

Dengan begitu, sanksi adat mesti diberlakukan, tegasnya.

Sebelumnya, Wagub Sumbar Nasrul Abit juga setuju diberlakukannya sanksi adat bagi pelaku LGBT. Ini akan dirumuskan.

"Dalam hukum adat ada tiga jenis hukuman, seperti perilaku seseorang kurang baik masuk dalam kategori cemooh, kemudian melakukan perbuatan di depan orang banyak masuk dalam kategori tuduh dan sudah ada orang yang dirugikan masuk dalam pidana adat," sebutnya.

"Makanya harus dirumuskan kembali terutama hukum adat Salingka Nagari dan ini harus diakomodir menjadi formulasi hukum adat di Sumbar," lanjutnya.

Menurutnya, setelah diakomodir, sanksi hukuman dari berbagai daerah seperti Pasaman, Padang Pariaman dan daerah lainnya, ditetapkan apa saja hukuman bagi pelaku LGBT di Sumbar yang nantinya akan dilampirkan dalam Perda.

"Kalau tidak dimasukkan dalam Perda tentu tidak akan berjalan. Kemudian untuk tingkat eksekusi, oleh Satpol PP dengan lembaga adat yang ada di daerah," katanya.

Dia menambahkan, Sumbar juga harus belajar ke Provinsi Aceh, bagaimana mereka menerapkan sanksi kepada pelaku maksiat yang sejatinya tidak diatur dalam KUHP. (dil/rdk)

Editor:arie rf
Sumber:Covesia.com
Kategori:Badminton, PON, Beladiri, Sumatera Barat
wwwwww