Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Lanjutan Perda RTRW Soal PS dan TORA, DPRD Riau akan Panggil Sejumlah Kepala Daerah

Lanjutan Perda RTRW Soal PS dan TORA, DPRD Riau akan Panggil Sejumlah Kepala Daerah
Ilustrasi (int)
Selasa, 20 November 2018 16:41 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau akan kembali memanggil sejumlah kepala daerah terkait pembahasan terhadap tindak lanjutan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tentang Perhutanan Sosial (PS) dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Ketua Tim Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Riau. Mansyur HS memaparkan, bahwa PS dan TORA merupakan program nasional untuk kepentingan masyarakat. Sehingga perlu adanya keseriusan dan amanah dalam menjalankan Perda RTRW tersebut.

"Kepala daerah yang diundang akan menyampaikan usulannya terkait lahan TORA dan PS yang merupakan program nasional untuk masyarakat, sehingga kita semua harus serius dan amanah dalam mengerjakannya," papar sekretaris komisi II DPRD Riau tersebut di Pekanbaru, Selasa (20/11/2018) sore.

Legislator kelahiran 1963 ini juga mengatakan, bahwa Riau merupakan salah satu provinsi yang terlambat dalam mengusulkan TORA. Sehingga, ia berharap agar prosesnya bisa dipercepat sebelum adanya revisi indikatif TORA dilakukan pada tahun ini.

"Sudah ada 22 provinsi yang mengajukan. Tapi Riau belum, jadi harus segera digesa. Semoga menjelang akhir November ini sudah masuk usulan-usulan dari daerah," katanya lagi.

Lebih lanjut, ia juga angkat bicara soal informasi yang berkembang tentang beberapa perusahaan perkebunan di Riau yang diduga dimasukan ke program sertifikat TORA, padahal sudah jelas melanggar aturan.

"Nanti akan terlihat seperti apa, kita juga belum ke lapangan. Kepala daerah juga bicara mengenai usulannya, bukan perusahaan," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww