Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
21 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Tersisa Satu Perusahaan Penunggak PPJ Non PLN di Pelalawan, Nilainya Mencapai Puluhan Miliar

Tersisa Satu Perusahaan Penunggak PPJ Non PLN di Pelalawan, Nilainya Mencapai Puluhan Miliar
Selasa, 20 November 2018 14:00 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Puluhan perusahaan penunggak Pajak Penerangan Jalan (PPJ) non PLN di Kabupaten Pelalawan telah menyelesaikan tunggakannya pada tahun 2018 ini.

Namun, masih ada satu perusahaan yang belum menyelesaikan utangnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan.

"Semua perusahaan sudah lunaskan tunggakan PPJ non PLN, tapi ada satu perusahaan yang belum. Itu saja," sebut Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Pelalawan, Davidson Saharuddin, Selasa (20/11/2018).

Meski demikian, ia mantan Kabag Hukum Setdakab Pelalawan ini enggan menyebut nama perusahaan yang hingga kini belum melunaskan tunggakan PPJ non PLN terhitung sejak 2015 hingga 2016.

"Memang yang baru sudah mereka angsur, tapi untuk tunggakan lama belum diselesaikan oleh mereka," tandasnya.

Menurut perhitungan DPKAD, lanjut Davidson, besaran tunggakan PPJ non PLN oleh perusahaan nilainya sebesar Rp 43 miliar, terhitung sejak Juli 2015 hingga akhir tahun 2016.

"Tapi, kalau versi mereka tunggakan yang harus mereka bayar itu hanya Rp 9,2 miliar," bebernya.

Davidson menegaskan, pihaknya tetap akan menunggu itikad baik perusahaan tersebut. Pasalnya, perusahaan lain yang menunggak PPJ non PLN tahun yang sama telah melunasinya.

"Iya, satu perusahaan itu. Kita tunggu itikad baik mereka. Kita juga tetap akan melakukan upaya penagihan," tegasnya kepada GoRiau. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww