Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelabuhan tak Resmi di Riau Jadi Pintu Masuk Narkoba

Pelabuhan tak Resmi di Riau Jadi Pintu Masuk Narkoba
Salah satu pelabuhan di Riau (int)
Rabu, 21 November 2018 14:32 WIB
PEKANBARU - Banyak pelabuhan kecil yang tidak resmi di pesisir pantai di wilayah Riau kerap dijadikan pintu masuk bagi pengiriman narkoba dari negara tetangga ke wilayah Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau AKBP Andri di Pekanbaru, Riau, Rabu (21/11/2018).

Dikatakanya, sedikitnya ada 29 pelabuhan kecil di sepanjang pesisir pantai Riau yang memiliki panjang garis pantai mencapai 370 mil. Di pelabuhan itu, kapal-kapal kecil bisa langsung berlabuh di rumah-rumah penduduk.

''Banyak kapal kecil bisa sandar langsung ke rumah-rumah penduduk, ini kendala bagi kami,'' kata AKBP Andri dalam konferensi pers, di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Andri menambahkan narkoba yang dikirim melalui pelabuhan-pelabuhan itu kerap berasal dari negara Malaysia.

''(Paket narkoba) dari Muar, Malaka, Batu Pahat, Port Klang, Port Dickson. Masuk ke Dumai, Bengkalis, Meranti. Terus masuk lagi ke Dumai kotanya, lalu Sungai Apit, ke Pekanbaru. Tapi ada juga dari Dumai, langsung dibawa ke Padang, Palembang, Lampung, Jakarta," katanya.

Dari sejumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap, para pelaku sengaja memanfaatkan nelayan setempat sebagai kurir.

Untuk menjaga keamanan mereka, proses pengiriman narkoba melibatkan pihak-pihak yang tidak saling mengenal satu sama lain.

"Rata-rata memanfaatkan nelayan setempat. Sistemnya terputus. Tidak saling mengenal, tidak tahu siapa yang menghubungi," katanya.

Untuk mengantisipasi masuknya paket narkoba dari negara lain, Polda Riau pun berupaya meningkatkan kerja sama dengan sejumlah polda lain diantaranya Polda Sumsel, Polda Jambi, Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:Beladiri, Riau, Badminton
wwwwww