Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
5
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
6
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Badminton

Cegah Korupsi di Wilayah Pesisir, Korsupgah KPK dan Fitra Monitoring ke Rohil, Siak, Pelalawan dan Bengkalis

Cegah Korupsi di Wilayah Pesisir, Korsupgah KPK dan Fitra Monitoring ke Rohil, Siak, Pelalawan dan Bengkalis
Ilustrasi (Int)
Rabu, 21 November 2018 14:25 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi melepas tim monitoring Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Fitra ke empat kabupaten di wilayah pesisir Riau terkait dalam rangka upaya pencegahan terjadinya kebocoran dana desa, pendidikan dan kesehatan.

Pelepasan tim monitoring tersebut digelar di lantai III ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau. Adapun ke empat kabupaten yang menjadi tujuan tim monitoring melakukan pencegahan tersebut. Yakni, Rokan Hilir (Rohil), Siak, Pelalawan dan Bengkalis. 

"Mereka turun ke empat kabupaten. Ada sekitar 40 orang semua, mereka ini mitranya Korsupgah KPK bersama Fitra," kata Ahmad Hijazi, Rabu (21/11/2018).

Dijelaskan Hijazi, tugas monitoring ini turun ke empat kabupaten tersebut, sama sekali tidak mengurus soal temuan, melainkan untuk melakukan pencegahan. Tim monitoring secara tidak langsung bertindak sebagai pendampingan baik itu dalam hal administrasi mau pun sasaran anggaran yang dituju. 

Berdasarkan hasil monitoring tahun sebelumnya, tim ini ada berbagai rekomendasi yang perlu diperbaiki. Seperti soal dana pendidikan, kesehatan serta dana desa. 

"Jadi hasil rekomendasi tahun lalu itu dari tim monitoring di lapangan telah mengidentifikasi berbagai persoalan dan solusi. Soal dana pendidikan, desa dan kesehatan harus tepat sasaran, jangan sampai ada kebocoran. Tapi mereka tak mengurus temuan, tapi pencegahan," ungkap Hijazi. ***

wwwwww