Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Warga Ancam Tutup Paksa PT BSS di Rohil Jika Tuntutan Mereka Tidak Dipenuhi

Warga Ancam Tutup Paksa PT BSS di Rohil Jika Tuntutan Mereka Tidak Dipenuhi
Warga yang menunggu hasil negosiasi antara Upika dan PT BSS
Selasa, 27 November 2018 17:15 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rohil melakukan unjuk rasa kepada Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), PT Balam Sawit Sejahtera (BSS) yang beroperasi di KM 23 Kelurahan Balam Sempurna Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan HIlir Riau.

Aksi ini merupakan tindak lanjut atas janji perusahaan yang akan memberikan kompensasi terhadap warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik tersebut.

Dalam tuntutannnya, seluruh masyarakat yang tergabung dalam aliansi masyarakat meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan pelayanan kesehatan minimal sebulan sekali terutama kepada Balita yang tinggal berdekatan dilokasi perusahaan tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta alat peredam agar suara berisik yang dikeluarkan pabrik itu tidak lagi mengganggu kenyamanan warga. Perusahaan juga wajib memberikan bantuan puding atau bahan makanan pada anak yang terkena asma.

Demikian juga dengan pemasangan saluran air serta atap seng harus segera direhabilitasi terutama untuk rumah warga yang berada pada radius 2 KM.

"Jika aksi ini tidak ditanggapi dalam 7 hari kedepan, kami akan tutup paksa dan menyegel pabrik ini," teriak warga.

Dalam aksi itu, Koordinator Lapangan (Korlap) dan beberapa perwakilan aksiu sempat melakukan negosiasi dengan pihak manajemen perusahaan. Dalam rapat internal itu, juga dihadiri Camat Bangko Pusako dan Datuk Penghulu Bangko Lestari dan Bangko Sempurna.

Massa yang ingin mengetahui hasil rapat antar Upika dan Manajemen Perusahan, masih menunggu dipintu luar pagar perusahan. Tak lama kemudian, massa pun membubarkan diri dan berjanji akan menunggu pertemuan berikutnya pada hari Kamis (29/11/2018) mendatang.

Terpisah, manager HRD PT BSS, Muhammad Yulianus menyampaikan bahwa pihaknya untuk saat ini menunggu jadwal mediasi yang sebelumnya telah diatur oleh pihak Kepolisian. Dalam mediasi tersebut akan hadir juga pemerintah setempat dan institusi terkait yang berwenang perihal tuntutan warga ini.

Sementara itu, Kadis Dinas Lingkungan Hidup Rohil. Suwandi membenarkan akan ada mediasi pada Kamis mendatang. ''Iya, kita tunggu aja hasil mediasi nanti,'' kata Suwandi kepada GoRiau.com, Selasa (27/11/2018). ***

wwwwww