Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Akhirnya, PT CRS Bayarkan SHU Oktober ke KUD Langgeng

Akhirnya, PT CRS Bayarkan SHU Oktober ke KUD Langgeng
Pertemuan antara KUD Langgeng dan PT CRS di Mapolres Kuansing.
Rabu, 28 November 2018 19:02 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - PT Citra Riau Sarana (CRS) telah membayarkan SHU bulan Oktober ke KUD Langgeng. Hal itu disampaikan Adi Supratman, GM PT CRS, Rabu (28/11/2018) sore di Telukkuantan.

"Kami mengakui ada keterlambatan pembayaran SHU periode Oktober dan alhamdulillah sudah kami bayarkan hari ini," ujar Adi Supratman.

Adi menjelaskan, keterlambatan pembayaran SHU disebabkan kondisi industri palm oil saat sekarang mengalami tekanan pasar internasional yang sulit dihindarkan.

Dikatakan Adi, semua tuntutan KUD Langgeng sudah diakomodir. Namun, jalan akses CPO masih diblokir dan PKS 1 masih digembok serta kantor kebun dan plasma masih disegel.

"Akibatnya, seluruh kegiatan operasional lumpuh total. Padahal, karyawan juga harus melakukan pekerjaannya. Ini menjadi keluhan karyawan CRS," papar Adi Supratman.

Senada dengan itu, Alfi Hendri selaku Askep Plasma menyatakan bahwa PKS 1 belum bisa mengolah TBS dikarenakan dua unit tanki timbun CPO dalam keadaan penuh.

"Selain itu, sedabg ada perbaikan di stasiun boiler dan strelizer," ujar Alfi.

Karena itu, CRS mengarahkan penjualan TBS plasma ke PKS 2 dan PKS 3 dengan harga suplayer tertinggi ditambah Rp60 per Kg.

Masih di tempat yang sama, Darwis selaku Humas PT CRS berharap KUD Langgeng dan masyarakat petani sebagai mitra bisa saling memahami kondisi yang terjadi saat ini.

"Kami juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran yang telah bersedia memediasi antara PT CRS dan KUD Langgeng. Sehingga terealisasi apa yang menjadi tuntutan masyarakat," ujar Darwis.

Sebelumnya, KUD Langgeng melaporkan PT CRS yang belum membayarkan SHU bulan Oktober. Pengurus KUD Langgeng dan PT CRS beberapa kali melakukan pertemuan, hingga adanya kepastian pembayaran SHU. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww