Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

BPN Prabowo-Sandi Boikot Metro TV, Gerindra Riau: Instruksi Berlaku untuk Tim Pemenangan Seluruh Indonesia

BPN Prabowo-Sandi Boikot Metro TV, Gerindra Riau: Instruksi Berlaku untuk Tim Pemenangan Seluruh Indonesia
Taufik Arrahman
Rabu, 28 November 2018 19:44 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Wakil Ketua DPD Gerindra Riau, Taufik Arrahman mengatakan, bahwa instruksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi soal pemboikotan Metro TV yang beredar Kamis (22/11/2018) lalu, berlaku untuk BPN Capres-Cawapres nomor urut dua tersebut di seluruh Indonesia.

Sesuai instruksi dari BPN, pemboikotan Metro TV disebabkan oleh pemberitaan media tersebut yang dianggap tidak netral dan sering memojokkan calon presiden nomor urut dua.

"Intruksi itu berlaku untuk BPN seluruh Indonesia, kita hanya mengikuti arahan. Tujuan memboikot itu kan biar berimbang, bukan karena takut kalah, kita pernah kalah kok," katanya di Pekanbaru, Rabu (28/11/2018).

Ia juga mengaku prihatin atas pemberitaan media yang tidak berimbang. Pasalnya, di tahun-tahun politik yang rentan seperti saat ini, masyarakat ingin tayangan yang tidak mengadu domba dan memecah belah bangsa Indonesia.

"Kasihan masyarakat jika terus mendapatkan berita yang tidak benar dan berimbang, padahal masyarakat membutuhkan tayangan pemersatu bukan memecah belah," tutupnya.

Sebelumnya, berdasarkan surat edaran yang ditandatangani oleh Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, tertulis intruksi pemboikotan terhadap media Metro TV atas perintah langsung Ketua BPN, Djoko Santoso. ***

wwwwww