Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wabup Inhil, Herwanissitas: Normatif Semua, Kurang Greget

Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wabup Inhil, Herwanissitas: Normatif Semua, Kurang Greget
Herwanissitas
Rabu, 28 November 2018 19:07 WIB
TEMBILAHAN - Bupati dan Wakil Bupati Inhil, HM Wardan-Syamsuddin Uti (SU) sudah memaparkan program kerja 100 hari mereka di hadapan para anggota legislatif Inhil.

Terkait program kerja untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Inhil itu, Herwanissitas menilai program-program tersebut tidak greget dan hanya normatif saja.

"Semuanya normatif, masih greget program-program Wardan-Rosman (Warohmah) kemarin, seperti Magrib Mengaji, itukan salah satu Program Warohmah yang saya nilai bagus, tapi sekarang, program-program baru tidak ada" ujar Anggoat DPRD Inhil itu.

Pria yang akrab disapa Sitas itu juga menuturkan, rata-rata program tersebut sudah dijalankan pada kepemimpinan Wardan sebelumnya.

"Contohnya saja program perekaman data kependudukan dengan langsung mencetak KTP-el di tempat pelayanan (jemput bola), itukan memang program dari Kementerian," cetus pria yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil itu.

Meskipun semua program tersebut dinilainya normatif, namun ia berharap Bupati dan Wabup Inhil bisa menjalankan seluruhnya tuntas selama 100 hari.

"Mudah-mudahan ini bukan gambaran hilangnya sebuah ide, atau tidak mau bombastis, karena lebih penting realistis," tukas Sitas. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww