Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
2
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
8 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
Home  /  Berita  /  Badminton

JPU Tolak Eksepsi Pelaku Perambahan Hutan di Inhu, Ini Alasannya..

JPU Tolak Eksepsi Pelaku Perambahan Hutan di Inhu, Ini Alasannya..
Jum'at, 30 November 2018 07:45 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Sidang lanjutan kasus perambahan kawasan hutan dengan terdakwa, Martua Sinaga, kembali digelar di PN (Pengadilan Negeri) Rengat. Sidang tersebut beragenda, pembacaan replik atau jawaban yang diajukan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Inhu atas eksepsi terdakwa pada sidang sebelumnya.

Replik dibacakan Rullif Yuganitra SH selaku Anggota Tim JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin langsung Ketua PN Rengat, Darma Indo Damanik SH M.Kn didampingi dua hakim anggota, Petra J Siahan SH dan Omori Sitorus SH.

Setelah mendengar eksepsi terdakwa, JPU mengaku tetap pada dakwaan dan keberatan serta tidak sependapat dengan eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya.

''Kami dari Tim JPU berpendapat surat dakwaan kami telah memenuhi syarat formil, dan dakwaan terhadap terdakwa sudah cermat, jelas dan lengkap sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP", ujar Rullif, menjawab GoRiau.com, Kamis (29/11/2018).

Dengan demikian, alasan keberatan penasehat hukum terdakwa itu, tidak perlu dipertimbangkan dan harus ditolak oleh majelis hakim, tegas Rullif.

Ditambahkan, surat dakwaan dalam perkara atas nama terdakwa Martua Sinaga ini sudah disusun secara cermat, jelas dan lengkap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tutur Rullif meyakinkan majelis hakim.

Dengan demikian, kesimpulan Tim JPU, eksepsi yang disampaikan terdakwa melalui penasehat hukumnya, tidak ditopang dengan dasar hukum yang jelas, pungkas Rullif menerangkan.

Ketua PN Rengat Darma Indo Damanik, melalui Humas PN Imanuel MP Sirait SH menyebutkan, sidang kembali akan dilanjutkan pada, Rabu (5/12/2018) pekan depan. ''Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda kesimpulan/keputusan hakim atas replik yang dibacakan JPU sekaligus keputusan dilanjut atau tidaknya proses persidangan atas perkara itu", singkat Imanuel. ***

wwwwww