Meski Jadi Langganan Banjir, Desa di Kampar Riau Ini Dapatkan Penghargaan Terbaik 2018 dari Kementerian

Meski Jadi Langganan Banjir, Desa di Kampar Riau Ini Dapatkan Penghargaan Terbaik 2018 dari Kementerian
Menteri Eko Putro Sandjojo menyerahkan reward kepada Kadis PMD Kampar
Jum'at, 30 November 2018 21:05 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Walaupun Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar, Riau dikenal kecamatan yang sering dilanda banjir setiap tahunnya, namun salah satu desa di kecamatan tersebut, Desa Gubung Sari, berhasil meraih penghargaan desa terbaik 2018 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Reward ini diberikan di Hotel Sultan Jakarta dan diserahkan Menteri Eko Putro Sandjojo kepada Kepala Dinas MPD Kabupaten Kampar, Febrinaldi Tridarmawan.

Penghargaan berdasarkan pengukuran indeks desa membangun. Selain menerima penghargaan, Desa Gunung Sari juga mendapatkan bantuan dana stimulan Bumdes, sebesar Rp150 juta.

Kepala Dinas PMD Febrinaldi Tridarmawan menyampaikan, bahwa dari 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, Desa Gunung Sari berhasil meraih penghargaan IDM terbaik dengan nilai tertinggi. Dan ini menurutnya, pencapain yang sangat membanggakan.

''Kita mengharapkan prestasi yang membanggakan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Kampar. Sehingga pembangunan yang ada di desa di kabupaten dapat maksimal, serta masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya menuju desa yang mandiri dan sejahtera," kata Febri, Jumat (30/11/2018).

Febri juga menghimbau agar seluruh kepala desa dan perangkat desa serta lembaga kemasyarakatan yang ada, secara bersama membangun desa dengan sungguh-sungguh, sehingga anggaran desa dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam membangkitkan perekonomian dan infrastruktur yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat di desa.

Sementara itu Kades Gunung Sahilan, Indra Kurniawan yang mendampingi Kadis PMD Kampar menuturkan, bahwa target kedepan akan mendirikan agrowisata. Sebab menurutnya, desa harus mempunyai ikon yang dikembangkan agar masyarakat mampu mandiri.

"Kita akan merubah mindset dari pembangunan menjadi perkembangan ekonomi, khususnya masyarakat desa. Dalam hal ini kita akan mengembangkan agrowisata buah-buahan dan ini sudah kita jalankan," ujarnya.

Ia mengharapkan dengan penghargaan yang didapat, masyarakat Desa Gunung Sari termotivasi untuk dapat lebih proaktif lagi dan secara bersama-sama membangun desa secara keseluruhan.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat saya di Desa Gunung Sari yang telah mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan selama ini. Semoga ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan," tutup Indra.

Sebagai informasi, desa yang ada di Kecamatan Gunung Sahilan seperti Desa Sahilan Darussalam dan Desa Gunung Sahilan selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Seperti yang dikatakan Kepala Desa Sahilan Darussalam, Hendri Dunan kepada GoRiau, bahwa ditempatnya tersebut menjadi langganan banjir setiap tahunnya akibat tingginya curah hujan di sisi hulu sehingga mengakibatkan meluapnya air Sungai Kampar Kiri ke pemukiman warga.

Tercatat dari data BPBD Kampar baru-baru ini, ada 154 kepala keluarga atau 354 jiwa terdampak banjir di Desa Sahilan Darussalam. Dan di Desa Gunung Sahilan sebanyak lebih kurang 150 kepala keluarga atau 300 jiwa. ***

wwwwww