Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
12 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

Satpol PP dan Danramil Razia Hotel di Bagansiapiapi yang Diduga Dijadikan Sarang Prostitusi

Satpol PP dan Danramil Razia Hotel di Bagansiapiapi yang Diduga Dijadikan Sarang Prostitusi
Ilustrasi (int)
Jum'at, 30 November 2018 08:16 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) melakukan razia terhadap sejumlah rumah kos dan hotel yang ada di kota Bagansiapiapi. Razia itu melibatkan satuan Danramil 01 Bangko untuk menyisir sejumlah hotel yang diduga dijadikan sarang prostitusi.

''Kita telah menyisir sejumlah lokasi hotel yang diduga dijadikan tempat sarang prostitusi. Karena ada akfititas menyakit masyarakat disana dan untuk keamanan kita juga melibatkan aparat dari Danramil 01 Bangko," kata Kepala Satpol PP Rohil, Suryadi, Rabu (29/11/2018).

Menurut Suryadi, hotel yang sudah dirazia adalah hotel Xin Xiang, Hotel Kent, Hotel Cahaya dan Hotel Sriwijaya. Dihotel ini, pihaknya mendapat laporan ada dugaan praktek prostitusi yang meresahkan masyarakat.

Selain hotel, Satpol PP juga menutup tempat hiburan Karaoke yang tidak berizin. Selain melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang ketentraman dan ketertiban umum, pihaknya juga memberikan pembinaan bagi pelaku prostitusi serta memulangkan mereka kekampung halamannya.

Suryadi mengungkapkan, hingga saat ini Satpol PP belum memiliki penyidik PPNS untuk menindak aktifitas yang meresahkan masyarakat seperti yang terdapat di Hotel, Karaoke tak berizin hingga gelanggang perjudian. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Satpol PP hanya bersifat penggerak karena untuk penertiban yang berwenang berada pada instansi masing masing.

''Seperti penertiban pedagang liar itu wewenangnya Disperindag. Namun kita sudah mengupayakan dan Insha Allah tahun 2019 sudah dianggarkan untuk PPNS ini," ujarnya. ***

Kategori:Badminton, Riau, PON, Voli
wwwwww