Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
9 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
Home  /  Berita  /  Badminton

Dua Flyover Pekanbaru tak Tuntas, Pemerintah akan Berikan Sanksi Kontraktor Proyek

Dua Flyover Pekanbaru tak Tuntas, Pemerintah akan Berikan Sanksi Kontraktor Proyek
Senin, 03 Desember 2018 15:03 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberikan sanksi kepada kontraktor proyek dua flyover di Kota Pekanbaru, yang tidak dapat menuntaskan pembangunan sesuai kontrak.

Asisten II Setdaprov Riau, Masperi mengatakan, bahwa pembangunan dua flyover pengurai kemacetan tersebut menemui kendala, sehingga tidak dapat dituntaskan pada akhir tahun ini.

"Kalau soal sanksi tetap ada. Ketika mereka tidak bisa mencapai target waktu sesuai kontrak, kontraktor kena finalti berupa denda. Misalnya sanksinya itu bisa satu permil, batas maksimal tiga permil sampai lima permil dari kontrak," kata Masperi di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Meskipun tidak selesai tahun ini, lanjut Masperi, pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk bisa menyelesaikan mega proyek tersebut. Nantinya, langkah-langkah itu akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018.

"Nanti akan ada teknisnya, apakah kontraktor boleh menggunakan Perpres Nomor 54 dengan memperpanjang waktu pekerjaan 60 hari kedepan untuk mengerjakan kontrak yang sama supaya tidak perlu lelang ulang," ujarnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww