Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
14 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
15 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
14 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kelapa Anjlok, Mahasiswa Inhil Pekanbaru Desak Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga

Kelapa Anjlok, Mahasiswa Inhil Pekanbaru Desak Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga
Rabu, 05 Desember 2018 13:04 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Sehubungan dengan terus anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membuat Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Inhil Pekanbaru menggelar aksi di Gedung DPRD Provinsi Riau.

Puluhan mahasiswa yang berasal dari sejumlah universitas itu mendesak pemerintah, agar segera menetapkan standarisasi harga kelapa yaitu Rp3000/kg.

Pasalnya, saat ini, harga kelapa masih anjlok, yakni hanya Rp400 - Rp500 per butirnya. Karena itu, massa pemuda dan mahasiswa Inhil ini menuntut kenaikan dan kestabilan harga kelapa.

"Kami menuntut 7 orang dari Kabupaten Inhil yang duduk di kursi wakil rakyat, untuk memperjuangkan tuntutan kami. Tuntutannya hanya satu, naikkan harga kelapa. Dengarlah suara jeritan anak petani kelapa ini," ujar Koordinator Lapangan, Asrul Asyari di Pekanbaru, Rabu (5/12/2018).

Tak hanya itu, mereka juga meminta pemerintah membuka keran ekspor kelapa ke luar negeri. "Inhil terkenal akan hamparan kelapa yang luas. Tapi harga kelapa tidak stabil. Kami juga meminta pemerintah segera memfasilitasi ekspor kelapa," papar Asrul lagi.

Sementara itu, hingga saat ini, belum ada anggota dewan yang datang menyambut aspirasi mahasiswa Inhil ini. Aksi demo pun masih berlangsung. ***


wwwwww