Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Kelapa Anjlok, Mahasiswa Inhil Pekanbaru Desak Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga

Kelapa Anjlok, Mahasiswa Inhil Pekanbaru Desak Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga
Rabu, 05 Desember 2018 13:04 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Sehubungan dengan terus anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membuat Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Inhil Pekanbaru menggelar aksi di Gedung DPRD Provinsi Riau.

Puluhan mahasiswa yang berasal dari sejumlah universitas itu mendesak pemerintah, agar segera menetapkan standarisasi harga kelapa yaitu Rp3000/kg.

Pasalnya, saat ini, harga kelapa masih anjlok, yakni hanya Rp400 - Rp500 per butirnya. Karena itu, massa pemuda dan mahasiswa Inhil ini menuntut kenaikan dan kestabilan harga kelapa.

"Kami menuntut 7 orang dari Kabupaten Inhil yang duduk di kursi wakil rakyat, untuk memperjuangkan tuntutan kami. Tuntutannya hanya satu, naikkan harga kelapa. Dengarlah suara jeritan anak petani kelapa ini," ujar Koordinator Lapangan, Asrul Asyari di Pekanbaru, Rabu (5/12/2018).

Tak hanya itu, mereka juga meminta pemerintah membuka keran ekspor kelapa ke luar negeri. "Inhil terkenal akan hamparan kelapa yang luas. Tapi harga kelapa tidak stabil. Kami juga meminta pemerintah segera memfasilitasi ekspor kelapa," papar Asrul lagi.

Sementara itu, hingga saat ini, belum ada anggota dewan yang datang menyambut aspirasi mahasiswa Inhil ini. Aksi demo pun masih berlangsung. ***

wwwwww