Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Pemilihan Rektor Unri Batal Lagi, Komisi V DPRD Riau Kecewa

Pemilihan Rektor Unri Batal Lagi, Komisi V DPRD Riau Kecewa
Husaimi Hamidi
Kamis, 06 Desember 2018 22:14 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Anggota Komisi V, Husaimi Hamidi mengaku sangat kecewa dengan batalnya pemilihan rektor baru Universitas Riau (Unri) yang harusnya digelar Rabu, (5/12/2018) lalu.

Ia memaparkan, hal tersebut diakibatkan oleh adanya intervensi pemerintah pusat melalui kementerian terkait dalam penunjukkan rektor baru.

"Kalau sudah dimasuki politik begini, ini sangat berbahaya. Harusnya diserahkan ke universitas saja, tanpa intervensi pihak lain," katanya di Pekanbaru, Kamis (6/12/2018).

Politisi Partai PPP ini menjelaskan, bahwa saat ini ada aturan bahwa penunjukkan rektor dilakukan oleh kementerian, sedangkan universitas hanya mengusulkan tiga nama saja.

"Kita ini daerah otonom, harusnya kita yang menentukan, jangan otonom setengah-setengah begini, ini sudah tidak betul," tuturnya.

Universitas, lanjut Husaimi, sudah selayaknya diberi kebebasan dalam menunjuk rektor, sebab yang akan merasakan kepemimpinan rektor tersebut adalah dosen di universitas tersebut.

"Ini sangat mengecewakan, jangan-jangan nanti kepala sekolah ditentukan kementerian juga, kementerian ini cukup menyetujui sajalah," tutupnya.

Sebelumnya, pemilihan rektor baru Universitas Riau periode 2018-2022 dibatalkan, meskipun begitu, rapat anggota senat masih tetap dilaksanakan. ***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww