Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
10 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
15 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
14 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
14 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
14 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
14 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPD RI Fasilitasi Kerjasama Investasi & Perdagangan Antara Daerah dan Luar Negeri di RDM 2018

DPD RI Fasilitasi Kerjasama Investasi & Perdagangan Antara Daerah dan Luar Negeri di RDM 2018
Minggu, 09 Desember 2018 14:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Regional Diplomatic Meeting (RDM) 2018 yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia diharapkan bisa menjadi ajang agar hubungan kerjasama antara daerah dengan Luar Negeri bisa terjalin selaras dengan hubungan Diplomatik oleh Pemerintah Pusat.

Tujuan RDM tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam saat memberikan pengantar dalam plenary meeting yang dihadiri para duta besar negara sahabat, gubernur dan perwakilan provinsi seluruh indonesia di Ballroom Hotel Stones, Bali, Sabtu (8/12).

"Peran DPD RI adalah menjembatani hubungan antara daerah dengan luar negeri sebagai bagian dari dukungan diplomasi Indonesia secara keseluruhan," ujar Muqowam.

Muqowam menyampaikan, ada tiga hal utama yang ingin dicapai dalam Plenary Meeting RDM 2018 ini; Pertama, bisa berkomunikasi secara intensif dalam rangka saling memperkenalkan diri dan bertukar informasi mengenai potensi masing-masing.

Kedua, DPD RI berharap bahwa ada koordinasi antar semua stake holder sehingga kerjasama yang terbina mencerminkan kebersamaan dengan konsep membangun daerah dalam wadah NKRI, bukan ego sektoral atau ego antar pemerintahan.

"Untuk itulah kami mengajak Kementerian terkait agar terjadi koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sejak dari awal", tegas senator dari Jawa Tengah ini, sekaligus Wakil Ketua DPD RI.

Ketiga, dengan RDM 2018 diharapkan terwujud pemahaman bersama antara Pemerintah Daerah dan Perwakilan Negara-Negara Sahabat akan pentingnya komunikasi yang intens diantara semuanya untuk memanfaatkan keberadaan DPD RI dalam memfasilitasi dan mempererat hubungan antara Daerah dengan Luar Negeri dalam upayanya meningkatkan hubungan ekonomi.

Akhmad Muqowam berharap dalam kesempatan ini kementerian dapat memberikan masukan penguatan visi pemerintah mengenai pembangunan Daerah, dengan memanfaatkan kerjasama luar negeri. Demikian halnya dengan para Gubernur, agar memanfaatkan momen ini untuk memberikan informasi mengenai sektor unggulan yang akan mendapat prioritas untuk dikerjasamakan pada tahun 2019-2020.

"Kami mengharapkan kepada para Duta Besar yang hadir dalam forum ini, dapat menginformasikan kepada para calon investor di negara masing2 terkait potensi2 Daerah yang telah disampaikan oleh para Gubernur kemarin, untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama investasi yang saling menguntungkan," harap Muqowam.

Selanjutnya Akhmad Muqowam memimpin diskusi dengan narasumber Dr.H.Soekarwo (Ketua Umum APPSI/Gubernur Jawa Timur), Hendriwan (Plt. Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri), Wisnu Wijaya Soedibjo (Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM), dan Amalia Adininggar (Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan).***


wwwwww