Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
15 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
18 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
23 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
21 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tuntut Kestabilan Harga Sawit, Karet dan Kelapa, Mahasiswa UIR Pasang Papan Bunga di Gedung DPRD

Tuntut Kestabilan Harga Sawit, Karet dan Kelapa, Mahasiswa UIR Pasang Papan Bunga di Gedung DPRD
Senin, 10 Desember 2018 23:29 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Akibat murahnya harga beberapa komoditi seperti sawit, karet, dan kelapa rakyat, mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) pun meluapkan keluhannya kepada pemerintah dengan cara memasang papan bunga dan spanduk di Gedung DPRD Provinsi Riau, Senin (10/12/2018) sore.

Presiden Mahasiswa UIR, Hengky Primana menjelaskan, bahwa pemasangan papan bunga dan spanduk merupakan curahan hati dan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap ketidakstabilan harga komoditi tersebut.

"Ini merupakan bentuk perhatian dan belasungkawa kami sebagai mahasiswa. Kami meminta agar pemerintah mampu menstabilkan harga karet, sawit, dan kelapa," ujar Hengky kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (10/12/2018).

Tak hanya itu, pihaknya juga menuntut penyelesaian kasus yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab, masih ada banyak kasus HAM yang belum diusut tuntas oleh pemerintah, bahkan terkesan tidak serius menanganinya.

"Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia, kami meminta agar pemerintah mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM yang masih belum jelas. Seperti kasus Munir, Novel Baswedan, dan penembakan di Papua," tambahnya lagi.

Jika tidak diindahkan, Hengky mengaku akan melakukan aksi dengan jumlah besar dalam waktu dekat ini.

"Jika tak digubris, maka tunggu kami di sini. Ingat, mahasiswa UIR pernah menduduki gedung DPRD dengan jumlah yang sangat besar. Jangan sampai mahasiswa UIR turun dua kali lipat dari pada itu," tutupnya. ***


wwwwww