Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Aktivis Protes, Kok Jokowi Tak Pantau Korban Banjir di Riau

Aktivis Protes, Kok Jokowi Tak Pantau Korban Banjir di Riau
Potret banjir di Riau (kiri), Presiden Joko Widodo saat sampai di LAMR Riau
Sabtu, 15 Desember 2018 12:39 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PEKANBARU - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Riau menuai protes dari aktivis. Mereka mengkritik di saat Jokowi mendapat gelar adat sebagai Datus Sri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu, ketika itu pula ribuan warga Riau terendam banjir.

"Kehadiran Presiden Jokowi ke Riau seharusnya dapat memberikan atensi dan membangkitkan semangat korban banjir," ujar Aktivis Mahasiswa Universitas Islam Riau, Mirwansyah kepada GoRiau.com, ‎Sabtu (15/12/2018).

Mirwansyah tidak mempermasalahkan Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru pada 14-15 Desember 2018 dengan sejumlah agenda kegiatan. Agenda pertama Presiden adalah menerima gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Namun dari semua agenda Jokowi, tidak ada satupun tercantum untuk menjenguk para korban banjir. Dalam pemberitaan ‎beberapa waktu lalu, sejumlah warga bahkan meninggal dunia akibat banjir. Para korban didominasi anak-anak dan ada juga orang dewasa.

"Kedatangan Pak Jokowi ke Riau seharusnya memberikan atensi dan solusi soal banjir di sejumlah daerah di Riau. Bukan hanya agenda politik belaka," ketus Mirwansyah.

Dia juga meminta agar Jokowi setidaknya melihat korban banjir jika tidak membantu. Agar warga Riau bersemangat meski sedang dilanda bencana alam tersebut.

"Pak Jokowi kan datang sebagai presiden, lihat dong warga korban banjir, jangan hanya pencitraan saja. Riau sedang berduka Pak Jokowi, seharusnya bapak datang memberikan obat bagi rakyat, bukan malah menyusahkan rakyat," kata Mirwansyah.

Selain mendapat gelar adat Datuk Sri Setia Amanah Negara yang merupakan gelar adat tertinggi LAM Riau, Presiden Jokowi juga diagendakan untuk membagikan sertifikat tanah atau TORA di Rumah Dinas Gubernur Riau.
‎
Presiden juga dijadwalkan menghadiri pagelaran budaya tarian adat di GOR Remaja Kota Pekanbaru serta silaturahmi dengan pimpinan pesantren Al-Kautsar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan ribuan jiwa di enam kabupaten dan kota di wilayah itu terdampak bencana banjir banjir, dengan enam korban diantaranya meninggal dunia.

Banjir terjadi di wilayah Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Bengkalis. Di Kampar, ratusan warga terdampak banjir dilaporkan masih bertahan di tempat pengungsian.

"Kami ini hanya rakyat kecil, tidak berani berbicara politik. Kami hanya berharap, Pak Jokowi mendatangi kami, setidaknya lihat-lihat saja jadilah. Kami tidak berharap bantuan, tapi kalau dijenguk presiden, kan senang pula rasanya," kata Tini, salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban banjir di Kampar. (gs1)

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww