Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Tindak Pidana Terhadap Anak Dibawah Umur di Inhu Meningkat

Tindak Pidana Terhadap Anak Dibawah Umur di Inhu Meningkat
Sabtu, 15 Desember 2018 13:15 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Dari tahun ke tahun, angka kekerasan terhadap anak di Indonesia terus meningkat. Tidak terkecuali di Kabupaten Indragiri Hulu Riau.

Hingga November 2018, Seksi Pidum (Pidana Umum) Kejaksaan Negeri Inhu, mengaku telah menerima 28 berkas perkara terkait anak dibawah umur.

Jumlah itu naik dibanding tahun 2017 lalu yang hanya 25 perkara. Dan berkas perkara tersebut, didominasi oleh kekerasan seksual.

"Hingga November 2018, ada 28 perkara anak dibawah umur yang telah kita diterima. Perkara itu, didominasi oleh kekeraaan atau pelecehan terhadap anak dibawah umur,'' ujar Kajari Inhu, Supardi SH, melalui Kasi Pidum Hayatu Comaini SH MH, kepada GoRiau.com, Jumat (14/12/2018).

Disebutkan Yayat sapaan akrab Hayatu Comaini, dengan meningkatnya jumlah laporan atau perkara terkait pelecehan anak dibawah umur ini, membuktikan lemahnya pengawasan pihak orangtua dan keluarga terhadap anak.

"Dengan demikian, kita menghimbau kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya memerangi pelaku kekerasan terhadap anak. Sehingga kedepan angka kekerasan terhadap anak menurun", tegasnya.

Tidak itu saja, peran penting dan utama dalam menekan angka pelecehan terhadap anak dibawah umur, tentu tidak terlepas dari orangtua dan keluarga, tutup Yayat. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww