Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Tsunami Selat Sunda, BPBD Lampung Selatan Evakuasi 12 Anak di Pulau Sekepel

Tsunami Selat Sunda, BPBD Lampung Selatan Evakuasi 12 Anak di Pulau Sekepel
Minggu, 23 Desember 2018 13:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LAMPUNG -   Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan mengevakuasi 12 anak asal Pringsewu yang sedang melakukan kegiatan di Pulau Sekepel, Desa Belebuk, Bakauheni, Minggu (23/12).

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Lampung Selatan Afendi menjelaskan, ke-12 anak asal Pringsewu yang sedang melakukan kegiatan rekreasi di pulau Sekepel itu dalam kondisi baik dan selamat.

"Mereka dalam kondisi baik dan sudah berkoordinasi dengan kami. Mereka minta dievakuasi. Dan tim akan kesana untuk melakukan evakuasi," kata dia, Minggu.

Selain 12 anak di yang sedang melakukan kegiatan di Pulau Sekepel, BPBD juga mendapat informasi adanya 9 anak yang berkegiatan di Pulau Legundi.

Gelombang tinggi menghantam kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.15 WIB. Akibat hantaman gelombang tinggi ini, sebagian wilayah kawasan pesisir pun porak poranda.

Korban meninggal 7 orang

Tsunami menerjang kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) malam. BPBD Lampung Selatan menjelaskan, sebanyak 7 orang korban meninggal akibat tsunami yang menerjang kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) malam.

"Sampai dengan pukul 05.00 WIB dari laporan yang masuk ada 7 korban meninggal dunia," kata Kabid Penanggulangan Becana BPBD Lampung Selatan, Afendi.

Sedangkan untuk korban luka-luka tercatat sampai Minggu pagi ada 95 orang.

Korban meninggal di antaranya ada yang terbawa arus gelombang dan terkena reruntuhan bangunan yang roboh terhantam gelombang.

"Jumlah korban ini masih mungkin bertambah. Karena kami masih melakukan pencaharian korban bersama dengan tim gabungan," terang Afendi.

Menurut Afendi, untuk daerah yang terkena dampak paling parah ada di sepanjang Pesisir Kecamatan Rajabasa, seperti di Kunjir. Untuk di Kalianda ada di kawasan PPI Bom dan di Sidomulyo di daerah Suak.

"Hari ini selain masih melakukan pencarian korban, kami juga menyiapkan untuk penanggulangan bencana. Menyiapkan untuk kebutuhan dasar masyarakat yang terkena bencana," kata Afendi. ***

wwwwww