Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Badminton

Bahaya... Ada Buaya Bertelur di Kebun Sawit di Tiku, Warga Diimbau Jangan Mendekat

Senin, 21 Januari 2019 21:27 WIB
AGAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam mengimbau masyarakat untuk tidak mengusik keberadaan buaya yang bertelur di kebun sawit milik warga di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku V Jorong, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). 

Kepala Seksi Wilayah Satu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Khairi Ramadhan, didampingi Unit Pengendali Ekosistem Hutan (EH) Ade Putra mengatakan, dari sejumlah pemantauan yang dilakukan, ditemukan beberapa buah kelapa di sekitar sarang telur buaya, yang diduga sengaja dilemparkan masyarakat untuk memancing buaya.

"Saat pemantauan, petugas menemukan aktivitas manusia diduga kuat dilemparkan untuk memancing gerakan buaya menggunakan kelapa," katanya seperti dilansir harianhaluan.com.

Menurutnya, untuk mengantisipasi itu pihaknya bersama pemerintah nagari dan Bhabinkantimbas sudah memberikan himbauan serta garis pembatas agar masyarakat tidak melihat dengan jarak terlalu dekat, atau memancing reaksi buaya.

Dikatakannya, dari hasil pemantauan terakhir buaya mulai berani mendekati daratan yang sebelumnya berada dalam rendaman air. Diduga merasa terganggu, satwa buas jenis buaya muara (Crocodylus porosus) terlihat semakin agreasif.

"Dari pemantauan terakhir buaya sedikit agresif dari biasanya, ini bentuk respon kalau hewan ini merasa terganggu. Adanya aktifitas manusia dengan frekuensi berlebih di sekitar sarangnya tentu akan memicu respon hewan reptil itu," jelasnya.

"Buaya jenis muara itu merupakan hewan yang dilindungi dan harus dijaga agar tidak diganggu dan bisa membahayakan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Ia menambahkan, telur buaya diperkirakan 50 sampai 60 hari akan menetas, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala. "Maret kemungkinan telur itu akan menetas," jelasnya. (h/yat/hln)

Editor:arie rf
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww