Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dugaan Penganiayaan, Kader PBB Resmi Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Penganiayaan, Kader PBB Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tim Advokat PAS Lantang bersama Ali Wardi dan Ridwan Umar (korban) beserta saksi, tiba di Polres Jakarta Selatan pada Senin (21/01/2019) sekira pukul 14.00 WIB. (Dzulfiqar/GoNews.co)
Senin, 21 Januari 2019 15:01 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Habib Novel Bamukmin dan timnya di Advokat PAS Lantang, mendampingi pelaporan kader PBB, Ali Wardi dalam dugaan peganiayaan yang diduga dilakukan oleh Sinyo, caleg PBB yang disebut-sebut sebagai loyalis Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.

Tim Advokat PAS Lantang bersama Ali Wardi dan Ridwan Umar (korban) beserta saksi, tiba di Polres Jakarta Selatan pada Senin (21/01/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Ali Wardi mengatakan, peristiwa terjadi usai gelaran rapat pleno Partai Bulan Bintang (PBB) di kantor DPP PBB, Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekira waktu Isya pada Sabtu (19/01/2019).

"Saat saya di dalam (DPP) - di lorong, pundak saya ditepuk dan ditanya, 'Ali Wardi?'. Belum sempat saya jawab saya sudah dipukul," tutur Wardi.

Dugaan sementara, kejadian ini adalah wujud perlawanan Sinyo kepada Ali Wardi karena sosok Ali Wardi yang dikenal vokal menyuarakan dukungan kepada Paslon 02 dalam Pilpres 2019.

"Sebelumnya, saya memang sering diteror. Lewat telepon, whatsapp dan banyak lah," kata Wardi.

Novel Bamukmin mengatakan, kejadian kekerasan seperti ini tidak semestinya terjadi di dalam kantor DPP PBB. Mengingat PBB adalah partai berbasis Islam yang seharusnya membawa kultur kedamaian dalam berpolitik.

"Gila lu, ini gak main-main ini, dia dikeroyok 30 orangan," kata Novel.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww