Harga Anjlok, Petani di Kerinci Ramai-ramai Buang Kentang dan Sayur Kol ke Jalan

Harga Anjlok, Petani di Kerinci Ramai-ramai Buang Kentang dan Sayur Kol ke Jalan
Minggu, 27 Januari 2019 20:02 WIB
JAKARTA - Sebuah tayangan video di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Jambi mendadak vira. Video itu memperlihatkan aksi petani yang membuang hasil pertanian seperti kentang dan sayur kol.

Hal ini diyakini imbas dari anjloknya harga kentang dan sayur kol. Mereka ramai-ramai membuang kentang dan sayuran kol yang baru dipanen ke jalan raya.

Aksi itu mereka lakukan, Sabtu (26/1/2019) sebagai bentuk protes dan kekesalan mereka atas anjloknya harga kentang dan sayur kol di tingkat petani. Bahkan, video kesesalan para petani Kayu Aro itu viral di media sosial.

Sejak diposting, Sabtu (26/1/2019) siang sudah beberapa kali dibagikan. Dalam video tersebut, terlihat beberapa karung berisi kentang dibuang ke tengah jalan.

Karung dirobek dan kentangnya diinjak-injak. Begitu juga dengan karung berisi sayur Kol juga dibuang ke tengah jalan. Kol dijempas ke jalan dan diinjak-injak. Aksi tersebut membuat jalan Kayu Aro-Solok Selatan menjadi terganggu.

Meski tak membuat macet, namun pengendara harus ekstra hati jati saat melintas. Informasi yang didapatkan aksi buang kentang, kol dan sayurannya itu dilakukan di Jalan Kayuaro depan BBI Sub Terminal Agribisnis.

Hal itu dilakukan petani di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci menyusul rendahnya harga jual petani. Aksi sebagai bentuk protes kepada pemerintah ini dilakukan para petani yang merasa dirugikan dengan harga jual yang sangat rendah.

Kentang dijual hanya Rp 3 ribu per kilogramnya. Padahal, untuk harga normal kentang, mencapai Rp 6 hingg 8 ribu per kilogramnya. Parahnya, harga cabai pun Rp 5 ribu yang harga normal Rp 15-30 ribu per kilogram.

Harga bawang juga turun dari harga normal Rp 12-15 ribu, sekarang 6-7 ribu per kilogram. "Harga pupuk dan obat-obatan terus naik. Sedangkan harga sayur makin murah, belum lagi upah kerja juga mahal," kata Maria, seorang petani kentang di Kayu Aro.

Rendahnya harga ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Untuk harga normalnya bisa 20 sampai 23 ribu rupiah. "Jika Rp 5 ribu, untuk beli bibit dan biaya perawatannya saja tidak mencukupi," kata Sugi, petani cabai lainnya.

Di pasar tradisional Sungai Penuh, Minggu (27/1/2019), harga sayuran relatif stabil. Di tingkat penjual ini, kentang dijual dengan harga Rp 6 hingga 8 ribu per kilogram.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Jambi

wwwwww