Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Riau

Penuhi Kebutuhan Imlek 2019, Pemkab Meranti Kembali Ajukan Permintaan Kemudahan Impor ke Pemerintah Pusat

Penuhi Kebutuhan Imlek 2019, Pemkab Meranti Kembali Ajukan Permintaan Kemudahan Impor ke Pemerintah Pusat
Ilustrasi (Int)
Minggu, 27 Januari 2019 19:35 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pada perayaan Imlek di Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti kembali mengajukan permintaan kemudahan impor buah-buahan dan air kaleng langsung dari luar negeri kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

Kepala DisperindagKop-UKM Kepulauan Meranti, Azza Fahroni melalui Kabid Perdagangan, Ade Suhartian mengatakan langkah tersebut menindaklanjuti permohonan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dalam memenuhi kebutuhan perayaan imlek 5 Februari 2019 mendatang. 

Ade juga mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan tersebut di Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Pertanian pada 12 Januari 2019 lalu.

"Bentuknya buah-buahan, mulai dari orange, anggur, apple, longan, hingga buah naga. Selain buah, juga untuk air kaleng. Namun jawaban secara resmi dari mereka belum kita diterima," ungkapnya. 

Dijelaskan Ade, Pemkab juga telah melakukan hal serupa sejak lama, mengingat kebutuhan buah-buahan yang sangat tinggi pada perayaan imlek.

"Intinya Pemkab Meranti membantu warga keturunan Tionghoa agar mudah mendapatkan buah-buahan Imlek ini dengan harga yang juga terjangkau," jelasnya.

Secara rinci, dari usulan FKUB yang ia terima, untuk kebutuhan buah buahan yang diusulkan sebanyak 9200 kotak. Sementara kebutuhan air kaleng yang diajukan sebanyak 7000 cas. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, PON
wwwwww