Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Riau

Kebun Kelapa Banyak yang Rusak dan Bantuan Pemprov Riau Minim, Masyarakat 3 Desa di Inhil Ini Ancam Pindah ke Jambi

Kebun Kelapa Banyak yang Rusak dan Bantuan Pemprov Riau Minim, Masyarakat 3 Desa di Inhil Ini Ancam Pindah ke Jambi
Senin, 28 Januari 2019 18:25 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Masyarakat 3 desa di Kecamatan Reteh, Indragiri Hilir (Inhil) mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, dan Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov).

Pasalnya, masyarakat Desa Sungai Mahang, Desa Sungai Terab dan Desa Tanjung Labuh ini sudah lama menginginkan adanya perbaikan tanggul, dan normalisasi parit kebun kelapa mereka yang rusak. Namun, hingga sekarang belum ada perhatian dari Pemprov.

Demikian disampaikan anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Inhil, Muhammad Arpah. Ia mengatakan, dalam masa resesnya, ia selalu menemui keluhan serupa dari masyarakat Inhil Selatan tersebut.

Ia menjelaskan, kebun kelapa di 3 desa itu rusak karena tanggul yang biasanya menjadi penahan masuknya air ke perkebunan warga, sudah lama rubuh.

"Mayoritas masyarakat sana bekerja di sektor perkebunan kelapa lokal, tapi sudah beberapa tahun ini kebun mereka tenggelam. Apalagi sekarang harga kelapa anjlok. Semakin pusing lah mereka," kata Arpah kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (28/1/2019).

Bahkan, lanjut politisi PPP ini, masyarakat 3 desa tersebut sudah mulai membandingkan kondisi mereka dengan desa di provinsi tetangga, yang pemerintahnya lebih cepat tanggap.

"3 desa itu berbatasan langsung dengan Jambi. Mereka mulai membandingkan, tindakan Pemprov Jambi yang memang lebih cepat. Disitulah timbul pikiran mereka ingin pindah provinsi saja," jelasnya.

Karena itu, pada laporan hasil masa reses ini, Arpah memaparkan kondisi masyarakat 3 desa ini kepada Pemprov Riau, dan berharap adanya bantuan pendanaan.

"Keluhannya ini dari tahun ke tahun, inilah kita sampaikan, dana yang sudah ada ini bisa ditambah, untuk menyelamatkan kebun mereka. Kalau Pemkab kurang maksimal, sudah kita upayakan tapi memang tanggapannya minim," ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, bahwa ada beberapa persoalan yang merupakan wewenang kabupaten.

"Persoalannya kan tak semudah yang dibayangkan. Ada urusan kabupaten tapi kan ada skala prioritas, kalau dilemparkan ke provinsi, provinsi juga punya prioritas," jelasnya.

Meskipun demikian, ia mengaku akan tetap mengupayakan bantuan pendanaan ini. "Tapi nanti akan kita koordinasi antara Pemkab dan Pemprov," tandasnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww