Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Badminton

Hadiri Acara Imlek, Cak Imin Janji Tak Ada Inteloransi jika PKB Besar

Hadiri Acara Imlek, Cak Imin Janji Tak Ada Inteloransi jika PKB Besar
Cak Imin saat menghadiri perayaan Imlek bersama di Serpong. (GoNews.co/Zul)
Kamis, 31 Januari 2019 21:27 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar berjanji tidak akan ada lagi intoleransi di Indonesia jika partainya tumbuh besar.

"Kalau PKB besar, dijamin tidak akan ada intoleransi. Makanya teman-teman pengusaha yang punya karyawan banyak, ingat PKB," kata Muhaimin Iskandar saat memberi sambutan dalam acara Refleksi Imlek "Merawat Keberagaman Menjaga Persatuan" yang digelar bersama etnis tionghoa di Jl. Raya Serpong, Tangsel, Kamis (30/01/2019).

Dalam acara yang dibarengi dengan Haul Gusdur ke-9 itu, Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, juga mengenang jasa Gusdur yang telah menghapus Inpres Nomor 14 Tahun 1967 saat tokoh pluralisme itu menjabat presiden.

"Kalau tidak ada Gusdur, mungkin perayaan Imlek tidak akan terbuka dan semeriah ini," kata Cak Imin.

Cak Imin yang juga menjabat wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ini juga menyoroti permasalahan distorsi kebhinekaan yang mencuat jelang Pemilu Serentak 2019.

Ia berharap, hal tersebut hanya fenomena yang masih bisa terkendali. Dan PKB, kata Cak Imin akan terus berupaya menjadi penyangga kebhinekaan Indonesia.

"Kalau PKB besar, maka penyangga Indonesia akan semakin kokoh," tandasnya.

Di penghujung pidatonya, Cak Imin pun memperkenalkan slogan PKB jelang pemilu 2019 yang belum banyak diketahui publik. "PKB menang, Pancasila Jaya," kata Cak Imin disambut tepuk tangan hadirin.

Acara ini juga dihadiri oleh kader-kader PKB yang tengah sukses di panggung politik nasional. Tampak hadir, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri, Menteri Pembangunan Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan anggota DPR RI, Daniel Johan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww