Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
15 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
2 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
4
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
2 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
5
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
2 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kabut Asap Muncul di Dumai, Warga Cari Udara Segar ke Bandar Bakau

Kabut Asap Muncul di Dumai, Warga Cari Udara Segar ke Bandar Bakau
Terlihat dua orang perempuan tengah berjalan disebuah jembatan yang berada di bandar bakau yang terletak di jalan Nelayan Laut, Kota Dumai
Jum'at, 15 Februari 2019 13:38 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Selama kabut asap di Kota Dumai, Bandar Bakau mengalami peningkatan pengunjung pencari udara segar, bukan kunjungan wisata.

Pengelola bandar bakau di Kota Dumai, Darwis Moh Saleh, menyebutkan terjadi peningkatan pengunjung sebanyak 20 orang dalam sehari disaat kabut asap.

"Biasanya hanya 20 orang pada hari biasa, dan saat ini mencapai 40 orang," kata Darwis, Kamis (14/2/2019).

Kunjungan tersebut tersebut dikatakannya terjadi pada saat hari kerja, dimana biasanya sangat sepi pengunjung.

"Kita melihat mereka bukan berkunjung untuk wisata, tetapi mencari udara segar saat kabut asap," katanya.

Pada musim kabut asap pada bebera tahun yang lalu, bandar bakau menjadi sasaran utama masyarakat untuk menghirup udara segar agar terhidar dari Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

Disaat itu juga, banyak masyarakat membeli tabung oksigen untuk mendapatkan udara segar, dan tingkat pengunjung di hutan manggrove setiap hari melonjak tinggi hingga 150 orang lebih.

"Masker yang mereka saat itu tidak berguna sampai di bandar bakau, karena hutan manggrove tidak terpapar udara kotor akibat bencana asa," katanya menjelaskan.

Disebutkannya juga, berdasarkan hatil penelitian pakar lingkungan, ketebalan daun manggrove mempengaruhi sistem penyerapan karbondiosida.

"Dibandingkan hutan tropis lainnya, hutan manggrove lebih bagus penyerapan karbondioksida dibanding hutan tropis lainnya," katanya mengakhiri. ***


wwwwww